10 Bulan Cetak Uang Palsu Modal Kertas Buram dan Alat Sablon, Lima Orang Ditangkap Polda Jatim 

0
14



TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Lima anggota sindikat pembuatan uang palsu (Upal) berhasil diringkus Ditreskrimsus Polda Jatim dan Polresta Banyuwangi.

Mereka yakni Ali agung (44) warga Ngetos, Nganjuk; Arso suprantyo (37) warga Sumobito, Jombang; Ahmad Untung Wijaya (57) warga Bareng, Jombang.

Kemudian, Ari Susanto (63) warga Sambelia, Lombok; dan, Joko Sugiarto (56) warga Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Baca juga: Ada Gudang Produksi Uang Palsu di Boyolali, Polisi Tangkap 9 Tersangka dan Sita 8.516 Lembar Upal

Baca juga: Sederet Fakta Kekejaman Begal Motor di BKT Modus Mengaku Anggota Polisi

Dari tangan mereka, petugas juga mengamankan uang palsu sejumlah Rp2,7 Miliar dengan pecahan mata uang Rp100 Ribu.

Selain itu, petugas turut mengamankan berbagai perkakas yang digunakan para pelaku dalam mencetak uang.

Mulai dari bahan kertas buram, tinta kertas warna hitam, printer, alat pres laminating, dan alat cetak sablon berbahan kasa.

Hasil penyidikan, komplotan sindikat tersebut sudah beraksi kurun waktu 10 bulan lamanya.

Baca juga: Bertubi-tubi Dihadiahi Bogem Mentah, 2 Maling Motor di Cikarang Terkapar, Menangis Mohon Ampun

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan, pelaku menjual lembaran uang palsu tersebut dengan rasio perbandingan 1:3.

Upal senilai Rp300 Ribu, ditukar dengan uang asli senilai Rp100 Ribu.

“Dengan perbandingan itu, dia bisa raup keuntungan banyak,” ujarnya di Mapolda Jatim, Kamis (7/10/2021).



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here