Achmad Soebardjo – Tribunnewswiki.com

0
8


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Achmad Soebardjo adalah tokoh Pahlawan Nasional Indonesia yang berjuang atas Kemerdekaan Nasional, sekaligus seorang diplomat.

Ia juga merupakan Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama dengan gelar Meester in de Rechten.

Pria kelahiran 23 Maret 1896 ini adalah alumni Universitas Leiden Belanda pada tahun 1933. (1) 

Baca: Laksamana Maeda

Sosok Pahlawan Nasional Achmad Sebardjo, diplomat, dan pejuang kemerdekaan Indonesia
Sosok Pahlawan Nasional Achmad Sebardjo, diplomat, dan pejuang kemerdekaan Indonesia 

Achmad Soebardjo lahir di Teluk Jambe, Jawa Barat, 23 Maret 1896.

Ia memiliki ayah yang bernama Teuku Muhammad Yusuf, yang merupakan seorang keturunan bangsawan Aceh dari Pidie.

Sedangkan ibunya bernama Wardinah, keturunan Jawa-Bugis dan merupakan anak dari Camat di Telukagung, Cirebon.

Pada awalnya ayahnya memberikan nama kepada Soebardjo adalah Teuku Abdul Manaf, dan ibunya memberi nama Achmad Soebardjo.

Setelah dewasa, namanya ditambah dengan “Djojoadisoerjo”, karena ia sempat ditahan di penjara Ponorogo saat peristiwa 3 Juli 1946.

Pada 1917, Soebardjo menempuh pendidikannya di Hogere Burger School Jakarta atau Sekolah Mengah Atas.

Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Leiden Belanda dan mendapatkan gelar Meester in de Rechten atau Sarjana Hukum pada 1933. (1) (2) 

Baca: Letnan Kolonel Untung

Sejak kuliah, Soebardjo mengikuti organisasi Jong Java dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Belanda untuk memperjuangkan Indonesia.

Pada Februari 1927, ia bersama Mohammad Hatta menjadi perwakilan Indonesia untuk menghadiri persidangan antarbangsa “Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan Penjajahan”.

Persidangan ini dilakukan di Brussels dan Jerman.

Sekembalinya ke Indonesia, Soebardjo aktif menjadi anggota BPUPKI dan PPKI. (2)

Baca: Sukarni Kartodiwirjo

Pada 16 Agustus 1945, para golongan muda seperti, Sukarni, Chaerul Saleh, dan Wikana, serta beberapa tokoh lain menculik Soekarno dan Moh. Hatta.

Mereka mengasingkan Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh dengan Jepang.

Di sana, Soekarno dan Hatta pun berusaha diyakinkan terkait menyerahnya Jepang terhadap Sekutu.

Achmad Soebardjo pun setuju untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta.

Pada saat itu, ia diantar ke Rengasdengklok.

Bahkan golongan muda pun diyakinkan oleh Soebardjo agar tidak terburu-buru dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, ia juga memberi jaminan taruhan nyawa bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00.

Dengan jaminan yang diberi Soebardjo, Komandan Peta Rengasdengklok Cudanco Subeno melepaskan Soekarno-Hatta.

Mereka pun kembali ke Jakarta untuk merundingkan naskah teks proklamasi.

Naskah tersebut disusun oleh Bung Karno, Hatta, dan Ach Soebardjo.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Soebardjo dilantik menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia pada Kabinet Presidensial, dengan masa jabatanperioode 1951 hingga 1952.

Pada tahub 1957-1961, Soebardjo menjadi Duta Besar Republik Indonesia di Switzerland. (2)

Baca: Ahmad Yani

Achmad Soebardjo meninggal dunia pada 15 Desember 1978, saat berusia 82 tahun.

Sebelumnya, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, karena sakit flu yang kemudian menjadi ke komplikasi.

Soebardjo disemayamkan di Cipayung, Bagor.

Atas jasanya yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, pemerintah mengukuhkan Achmad Soebardjo sebagai Pahlawan Nasional pada 2009. (2)

Baca: Tan Malaka

(Tribunnewswiki.com/ Husna)

 

 



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here