Adam Malik – Tribunnewswiki.com

0
6


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Adam Malik adalah politikus Indonesia dan Pahlawan Nasional Indonesia.

Ia juga merupakan mantan jurnalis dan mantan Wakil Presiden ketiga.

Sebelumnnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen, Menteri Luar Negeri, dan Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Berdasarkan Keppres Nomer 107/TK/1998, Adam Malik ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 6 November 1998. (1) 

Baca: Ahmad Yani

Berdasar Tap MPRS No XIII/1966, Presiden Soekarno menugaskan Letjen Soeharto selaku Pengemban Tap MPR No IX/1966 untuk pembentukan Kabinet Ampera. Letjen Soeharto menjadi Ketua Presidium kabinet tersebut. Bung Karno sedang mengumumkan susunan kabinet tersebut pada tanggal 25 Juli 1966. Letjen Soeharto dan Adam Malik duduk mendengarkan. (IPPHOS - Dok. KOMPAS)
Berdasar Tap MPRS No XIII/1966, Presiden Soekarno menugaskan Letjen Soeharto selaku Pengemban Tap MPR No IX/1966 untuk pembentukan Kabinet Ampera. Letjen Soeharto menjadi Ketua Presidium kabinet tersebut. Bung Karno sedang mengumumkan susunan kabinet tersebut pada tanggal 25 Juli 1966. Letjen Soeharto dan Adam Malik duduk mendengarkan. 

Adam Malik lahir di Sumatera Utara, 22 Juli 1917.

Ayahnya bernama Abdul Malik Batura, seorang pedagang kaya di Pematangsiantar, sedangkan ibunya bernama Salamah Lubis.

Adam Malik pertama kali menempuh pendidikannya di HIS Pematangsiantar.

Setelah lulus, ia melanjutkan ke sekolah agama Madrasah Sumatera Thawalib Parabek di Bukittinggi.

Namun, ia hanya melanjutkan sekolahnya selama 1,5 tahun saja.

Akhirnya, Adam Malik pulang kampung dan ikut berdagang bersama orang tuanya.

Mulai dari situ, Adam Malik ingin hidup maju dan berbakti kepada bangsa.

Adam Malik pun pergi meratau ke Jakarta. (2) 

Baca: Soekarni

Adam Malik adalah
Adam Malik terlihat paling kanan, dalam foto yang diambil 5 November 1975 di depan Kedutaan Portugal di Roma, Italia, bersama Menteri Luar Negeri Portugal Ernesto Melo Antunes.

 

Adam Malik mengawali kariernya sebagai wartawan dan tokoh pergerakan kebangsaan.

Saat remaja, Adam Malik bergabung dalam pergerakan nasional guna memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pada 1934-1935, Adam Malik diberi kepercayaan untuk memimpin Partai Indonesia Pematangsiantar dan Medan.

Bahkan, ia juga ditunjuk sebagai anggota Dewan Pimpinan Gerakan Rakyat Indonesia di Jakarta pada tahun 1940-1941.

Kemudian pada 1945, Adam Malik diangkat sebagai anggota pimpinan Gerakan Pemuda untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia di Jakarta.

Adam Malik merupakan perwakilan kelompok muda yang memimpin Komite van Aksi. Bahkan, ia terpilih menjadi ketua III di Komite Nasional Indonesia Pusat periode 1945-1947.

Saat itu, ia ditugaskan untuk menyiapkan susunan pemerintahan.

Tidak hanya berkiprah dalam politik Indonesia saja, ia juga berkarier di dunia Internasional.

Adam Malik diangkat menjadi Duta Besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk negara Uni Soviet dan Polandia.

Pada 1962, Adam Malik terpilih menjadi Ketua Delegasi Republik Indonesia untuk perundingan Indonesia dengan Belanda mengenai wilayah Irian Barat. (2)

Baca: Haji Misbach

Adam Malik merupakan Wakil Presiden Indonesia yang ketiga.

Dalam Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada Maret 1978, ia dipilih sebagai Wapres.

Saat itu, Adam Malik ditugaskan mendampingi Presiden Soeharto.

Ia menjabat sebagai wapres selama lima tahun, sejak tahun 1978-1983.

Sebelumnya, Adam Malik sempat terlibat dengan urusan kenegaraan, bahkan sejak Indonesia masih mempersiapkan kemerdekaan.

Selain itu, ia adalah salah satu aktivis pemuda yang membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok pada 15 Agustus 1945, dan mendesak Dwitunggal untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Adam Malik juga tergabung dalam komite aksi yang mengarahkan masyarakat untuk menghadiri rapat akbar pada 19 September di Lapangan Ikada, Jakarta.

Tindakan itu untuk menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap Pemerintahan Indonesia yang baru terbentuk.

Adam Malik meninggal dunia 5 September tahun 1984 saat berusia 67 di Bandung.

Sebelumnya, ia mengidap penyakit kanker lever.

Jasadnya disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Untuk mengenang jasanya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1998. (3) 

Baca: Tan Malaka

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here