Aktivis Hak-Hak Perempuan Afghanistan: Jangan Tertipu Topeng Taliban

0
14


TRIBUNNEWS.COM – Rapper sekaligus aktivis hak-hak perempuan Afghanistan, Sonita Alizadeh menyuarakan kegelisahannya terkait kondisi wanita di bawah Taliban.

Dilansir Reuters, Sonita Alizadeh pergi dari Afghanistan bersama keluarganya saat Taliban berkuasa 20 tahun lalu. 

Saat itu perempuan tidak diizinkan bekerja, harus mengenakan burqa, dan anak perempuan dilarang sekolah.

Dalam acara virtual pertemuan tahunan PBB, Alizadeh mendesak para pemimpin dunia untuk membela hak-hak perempuan dan anak perempuan di Afghanistan saat ini.

Baca juga: Taliban Bantah Tuduhan Melindungi Al Qaeda di Afghanistan, Ini Kata Mereka

Baca juga: Intelijen Awasi Ancaman Al-Qaeda Terhadap AS Setelah Taliban Kuasai Afghanistan

Siswa bercadar memegang bendera Taliban saat mereka mendengarkan pembicara wanita sebelum rapat umum pro-Taliban di Universitas Pendidikan Shaheed Rabbani di Kabul pada 11 September 2021.
Siswa bercadar memegang bendera Taliban saat mereka mendengarkan pembicara wanita sebelum rapat umum pro-Taliban di Universitas Pendidikan Shaheed Rabbani di Kabul pada 11 September 2021. (Aamir QURESHI / AFP)

“Apa yang tersisa dari rakyat kita? Dan apa yang tersisa dari pencapaian 20 tahun?”

“Jangan tertipu oleh topeng yang ditampilkan Taliban di berita,” kata Alizadeh, Selasa (21/9/2021).

“Kita tidak punya waktu,” tambahnya.

Dia mendesak masyarakat internasional untuk tidak mengakui Taliban.

Selain itu Alizadeh juga meminta agar dunia menjamin hak-hak perempuan dan anak-anak Afghanistan, memastikan akses internet di sana, menyertakan warga Afghanistan untuk pengambilan keputusan, serta jaminan pendidikan untuk anak perempuan.

“Sepertinya kita semua tahu apa yang harus dilakukan. Tapi pertanyaannya, siapa yang akan mengambil tindakan hari ini?” kata Alizadeh.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here