Anwar Abbas Minta Polisi Bekerja Profesional dan Terbuka Kasus Penyerangan Ulama

0
13


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Cendikiawan muslim Anwar Abbas bicara soal tindakan penyerangan yang menyasar sejumlah ulama dan ustaz.

Terbaru, seorang ustaz di Batam bernama Ustaz Chaniago diserang orang tak dikenal saat bertausiyah.

Bahkan, di Tangerang, seorang ustaz bernama Alex ditembak saat pulang salat magrib.

Dia berharap agar kepolisian bisa bekerja secara serius dan professional serta terbuka dalam kasus penyerangan terhadap para ulama.

“Kalau ada kasus-kasus pelanggaran hukum semacam ini informasi tentang tindak lanjut dan penyelesaiannya hendaknya benar-benar disampaikan secara jelas dan tuntas kepada publik agar masyarakat juga tahu,” ujarnya dalam pesan yang diterima Tribunnews, Rabu (22/9/2021).

Inilah lokasi tempat kejadian perkara penembakan ustaz Arman di Jalan Nean Saba Rt 02/05 Kelurahan Kunciran, Pinang, Kota Tangerang, Minggu (19/9/2021). Korban tewas ditembak jarak dekat oleh pelaku hingga tewas yang sudah mengintainya selama 4 hari di sekitar rumahnya. Korban dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di samping rumahnya. Kirban meninggalkan seorang isteri dan 3 orsng anak. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki motif dan pelaku penembakan tersebut. (Warta Kota/Nur Ichsan)
Inilah lokasi tempat kejadian perkara penembakan ustaz Arman di Jalan Nean Saba Rt 02/05 Kelurahan Kunciran, Pinang, Kota Tangerang, Minggu (19/9/2021). Korban tewas ditembak jarak dekat oleh pelaku hingga tewas yang sudah mengintainya selama 4 hari di sekitar rumahnya. Korban dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di samping rumahnya. Kirban meninggalkan seorang isteri dan 3 orsng anak. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki motif dan pelaku penembakan tersebut. (Warta Kota/Nur Ichsan) (Warta Kota/Nur Ichsan)

Anwar sebenarnya khawatir jika pelaku penyerangan ulama kerap dikatakan sebagai orang sakit jiwa sehingga proses hukumnya tidak berjalan.

“Tapi betulkah dia atau mereka tersebut sakit jiwa? Gelap bagi kita, karena yang tahu hanya polisi,” ujarnya.

Kalaupun seandainya berhasil ditangkap lalu dinyatakan yang bersangkutan tidak sakit jiwa, Anwar yakin masyarakat juga banyak yang tidak tahu bagaimana proses selanjutnya.

“Apakah kasusnya sampai ke pengadilan dan dijatuhi hukuman atau tidak. Maka berbagai spekulasi dan isu liar beredar di tengah-tengah masyarakat yang intinya akan membuat rakyat pesimistis dan tidak percaya kepada pihak kepolisian,” katanya.

Baca juga: Polisi Ungkap Pelaku Penyerangan Ustaz di Batam Sempat Jadi Pasien ODGJ 3 Tahun Lalu

Anwar memahami bahwa hal tersebut sangat tidak diinginkan bagi masyarakat ataupun kepolisian

“Kalau kepercayaan masyarakat kepada pihak kepolisian sebagai penegak hukum sudah rusak apalagi hilang, maka apalah jadinya negeri ini? Tentu negeri ini juga akan ikut menjadi rusak karena sudah tidak ada orang atau institusi yang dipercaya oleh masyarakat yang bisa diharapkan dan dimintakan bantuannya untuk mencari dan mendapatkan keadilan,” katanya.

Jika polisi bekerja baik, Anwar menyebut publik bisa percaya dan bahkan bisa menguji kebenaran dari kesimpulan-kesimpulan dan keputusan-keputusan yang telah diambil oleh pihak penegak hukum terhadap si pelaku tersebut.

“Ini agar citra polisi sebagai penegak hukum benar-benar baik, karena yang dibutuhkan rakyat bukan hanya sekadar polisi tapi adalah polisi yg beriman dan berakhlak serta  memiliki integritas yang bekerja secara professional untuk  melindungi dan  menciptakan keamanan serta rasa aman pada rakyat,” pungkasnya.
 



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here