Bacaan Alkitab Rabu 22 September 2021, Yehezkiel 3:19 : Tidak Bertobat Pasti Dihukum

0
7



TRIBUNMANADO.CO.ID – Tugas Yehezkiel sebagai penjaga umat Israel adalah menegur dan memperingatkan umat Israel agar bertobat dari kejahatannya. Sebab hanya dengan demikian, Allah akan mengampuni dan mengasihani mereka. Maka mereka akan selamat dan boleh beroleh kehidupan dan pemeliharaan serta berkat dari Allah.

Jadi Yehezkiel, harus menyampaikan teguran dan peringatan kepada umat Israel, tanpa ragu, takut dan gentar. Umat harus bertobat, dan berbalik dari kejahatannya agar mereka tidak dihukum mati. Kalau tidak, mereka akan menanggung sendiri akibatnya.

Yang penting bagi Yehezkiel adalah menyampaikan firman Tuhan itu kepada umat Israel. Jika mereka bertobat selamat, dan jika tetap mengeraskan hati pasti dihukum mati. Sedangkan Yehezkiel, tidak akan dihukum karena telah melakukan tugasnya meski mereka tidak bertobat dan dihukum Allah.

Demikian firmkan Tuhan hari ini.
“Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.” (ay 22)

Tuhan mahaadil. Keadilan-Nya adalah amat sangat adil. Meski amat sangat mahakasih, penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, tapi Allah kita amat sangat mahaadil dalam keputusan-Nya. Keputusan-Nya bersifat final, mutlak dan kekal. Tidak ada yang dapat menggugat-Nya.

Yang jahat, pasti dihukum. Yang hidup benar, pasti diselamatkan dan diberkati baik di bumi maupun di sorga. Yang jahat tapi bertobat, juga akan mendapat belas kasihan-Nya. Diampuni, diselamatkan dan diberkati. Tetapi yang keras kepala dan tegar hati, yang tetap bersikeras berkanjang dalam kejahatannya, akan menanggung akibat kejahatannya.

Pemimpin atau pelayan yang abai dalam tugasnya, juga akan dihukum Allah. Pemimpin yang diam saja, pasti dihukum. Tetapi pemimpin dan pelayan yang tetap melaksanakan tugasnya meski ditolak dan ditentang dunia, yakni si jahat, dia akan tetap kuat, diberkati dan dipakai Allah lebih heran lagi dalam pelayanan, penginjilan dan kepemimpinannya.

Allah memberi kebebasan bagi kita dalam memilih jalan hidup kita. Itulah kemoderatan dan kedemkrasian Allah dalam kepemimpinan-Nya. Namun, pilihan hidup kita menentukan upah yang akan kita terima, apakah berkat, hukuman, selamat atau menderita selamanya dalam api neraka.

Sahabat Kristus, apa pilihan hidup kita? Apa kita masih mengaku sebagai pengikut Kristus? Kalau iyah, itu adalah pilihan yang paling baik dan tepat. Sebab pilihan itu pasti menuju keselamatan dan berkat serta kasih karunia yang melimpah ruah.

Namun, pilihan itu tentu mengandung tanggungjawab. Kita harus mampu mempertahankan jati diri dan kepribadian Kekristenan kita menghadapi ujian dan tantangan hidup. Kita harus sedia memikul salib. Kita harus berani menyampaikan Kabar Baik, yakni Injil Kebenaran Kristus kepada semua orang, tanpa takut dan gentar. Jangan diam saja. Apalagi di tengah jahatnya dunia. Jangan biarkan sesama jatuh dalam kejahatannya, tapi tolong dan angkatlah mereka, agar mereka selamat. Sebab kalau tidak, kita telah berdosa dan akan dihukum.

Karena itu, sebagai keluarga dan umat Kristen, jalanilah tugas dan tanggungjawab pelayanan kita dengan penuh rasa tanggungjawab. Jika kita telah jatuh dalam kejahatan, hari ini juga bertobatlah dan berbaliklah kepada Kristus. Dia mengasihi kita. Dia pasti mengampuni, menyelamatkan dan memberkati kita.

Karena jika kita tidak bertobat, pasti dihukum. Maka pastikanlah hidup kita senantiasa terarah dan tertuju untuk kemuliaan nama Tuhan. Sehingga kita menerima berkat dan kasih karunia Tuhan Yesus yang melimpah ruah. Amin

Doa: Tuhan Yesus, teguhkan hati kami untuk melayani Tuhan lebih sungguh lagi. Biarlah kami bertobat dari kejahatan agar kami selalu berkati Tuhan. Amin



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here