Bacaan Alkitab Selasa 21 September 2021, Yehezkiel 3:18: Pembiaran Kejahatan

0
14



TRIBUNMANADO.CO.ID – Tuhan Yesus telah mengajarkan dan meneladankan bahwa kita harus mengasihi sesama lebih sungguh lagi. Bahkan musuh pun, harus dikasihi. Itu berarti, menolong orang adalah kewajiban setiap orang percaya. Bukan orang baik (saja) yang kita tolong. Tapi juga orang jahat.

Ada banyak kejahatan terjadi di sekitar kita. Entah siapa saja pelakunya dan apa saja kejahatan yang mereka lakukan: berat atau ringan, sedikit atau banyak, kecil atau besar, pejabat atau bawahan, orang kaya atau miskin, atau siapapun itu pelakunya. Motifnya pun beranekaragam. Adalah tugas kita untuk menolong mereka. Orang percaya tidak boleh membiarkan orang hanyut dalam perbuatan jahatnya. Apalagi kalau kita ikut “nimburung” atau justeru ikut mendorong bahkan bergabung dalam kejahatan, untuk mengais untung di balik kejahatan itu. Orang Kristen haruslah menegur dan mengingatkan siapapun agar tidak berbuat jahat lagi.

Orang Kristen, tidak boleh diam melihat kejahatan di sekitar kita. Jika kita diam dan membiarkan kejahatan terjadi, maka kita menjadi sama jahatnya dengan pelaku kejahatan itu. Jadi, tidak boleh ada pembiaran terhadap kejahatan di sekitar kita dengan dalil apapun. Jangan membiarkan kejahatan terjadi. Apalagi membenarkan kejahatan demi mendapatkan keuntungan.

Itulah yang diamanatkan Allah kepada nabi Yehezkiel. Dia diutus untuk menjaga umat Israel. Maksudnya dia harus menolong dan menyelamatkan mereka. Jika Yehezkiel diam dan membiarkan kejahatan terjadi, maka dia juga akan dihukum Tuhan. Jadi, tidak boleh ada pembiaran terhadap kejahatan. Diam terhadap kejahatan adalah penjahat.

Demikian firman Tuhan hari ini.
dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.” (ay 18b)

Tugas Yehezkiel adalah tugas kita di zaman now. Yehezkiel dilarang diam. Dia tidak boleh membiarkan umat Israel melakukan kejahatan. Sebab jika mereka berlaku jahat, mereka pasti dihukum. Sebaliknya, jika Yehezkiel membiarkan mereka hidup dalam kejahatan, dia akan dituntut oleh Tuhan. Dia pasti dihukum Tuhan.

Kita adalah Yehezkiel masa kini. Kita mengemban tugas mulia Yehezkiel itu dalam kekinian, meski berat. Tidak boleh diam. Jangan ada pembiaran terhadap kejahatan. Jika kita diam dan melakukan pembiaran, kita dihukum Tuhan.

Diam dan membiarkan saja dihukum, apalagi ikut bersama dalam kejahatan. Pasti jauh lebih berat hukumannya. Celakanya lagi, sebagai “orang baik dan benar” kita mendukung kejahatan karena keengganan dan ikut mendapatkan keuntungan. Atau takut kehilangan jabatan. Maka kita pun cari aman. Bukan hanya diam dan membiarkan, tapi ikut sibuk memberikan pembenaran terhadap kejahatan.

Apalagi jika pelakunya adalah pejabat, orang terhormat, teman, saudara. Berbagai dalil pembenaran dicari untuk “melegalkan” dan melindungi kejahatannya. Tragisnya lagi, banyak yang menggunakan ayat-ayat Alkitab, memelintir maknanya untuk membenarkan kejahatan. Karena dari “kejahatan bersama” itu mereka sama-sama untung. Sama-sama aman.

Ingatlah, ini kekejian bagi Tuhan. Cepat atau lama, pelakunya akan menuai hasil kejahatannya, entah di bumi oleh hukum positif negara maupun oleh hukuman Tuhan dalam kekekalan.

Jangan enggan menegur. Mungkin saja orang melakukan kejahatan tidak tahu atau tidak sadar akan kejahatannya. Sehingga ketika diingatkan, dia bertobat. Seperti yang terjadi kepada raja dan penduduk Niniwe. Mereka bertobat dan selamat dari hukuman Tuhan.

Jika orang “baik dan benar,” membiarkan kejahatan terjadi di sekitarnya, maka dia lebih jahat dari para penjahat itu, karena membiarkan mereka hidup dalam kejahatannya.

Sebagai keluarga dan orang Kristen, jadilah penjaga bagi sesama. Artinya jadilah kita sebagai mitra kebaikan bagi sesama. Yang jahat kita luruskan dengan kasih, dan yang baik kita dorong agar semakin baik.

Dengan demikian, dari kehidupan kita, banyak orang terjaga kehidupannya, kita menjadi berkat bagi sesama dan hidup kita menjadi hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Amin

Doa: Tuhan Yesus, teguhkan kami untuk menyatakan kebenaran-Mu bagi semua orang. Jauhkan kami dari kejahatan, pakai hidup kami untuk kemuliaan-Mu. Amin



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here