Bamsoet Tegaskan MPR RI Tak Pernah Melakukan Pembahasan tentang Masa Jabatan Presiden dan Wapres

0
9



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan dalam konsepsi negara demokratis, amandemen Undang-Undang Dasar bukanlah sesuatu hal yang tabu.

Bahkan negara Amerika Serikat yang telah sekian lama menjadi rujukan global dalam implementasi sistem demokrasi, telah melakukan amandemen konstitusi sebanyak lebih dari 27 kali.

Hal itu disampaikan Bamsoet saat menjadi keynote speech diskusi ‘Menakar Urgensi Amandemen UUD NRI Tahun 1945’ yang diselenggarakan Ikatan Alumni Fakul Hukum Universitas Padjajaran secara virtual, Kamis (16/9/2021).

“Idealnya, konstitusi yang kita bangun dan perjuangkan adalah konstitusi yang ‘hidup’ (living constitution), sehingga mampu menjawab segala tantangan zaman. Serta konstitusi yang ‘bekerja’ (working constitution), yang benar-benar dijadikan rujukan dan dilaksanakan dalam praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, agar konstitusi ‘hidup’ dan ‘bekerja’ maka konstitusi tidak boleh ‘anti’ terhadap perubahan.

Perubahan zaman adalah sebuah keniscayaan yang tidak akan terhindarkan. Karena hanya satu hal yang tidak akan pernah berubah, yaitu perubahan itu sendiri.

Baca juga: Ketua MPR: Masa Jabatan Presiden 3 Periode Lebih Banyak Mudaratnya

“Tugas kita adalah memastikan bahwa perubahan tersebut adalah perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Tentunya dengan tetap memastikan kelestarian nilai-nilai luhur yang menjadi original intent para founding fathers dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Termasuk dalam merumuskan naskah konstitusi,” ucap Bamsoet.

Bamsoet tidak menampik adanya kekhawatiran sebagian kalangan yang curiga amandemen terbatas UUD NRI 1945, akan membuka peluang melakukan amandemen pada beragam substansi lain di luar Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Bentuk kekhawatiran tersebut, misalnya, mengenai penambahan masa jabatan presiden dan wakil presiden menjadi tiga periode.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here