Barisan Tani Indonesia – Tribunnewswiki.com

0
6


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Barisan Tani Indonesia merupakan organisasi massa petani yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Barisan Tani Indonesia (BTI) ini resmi dideklarasikan pada 25 November 1945.

Organisasi ini berfungsi untuk mengakomodir para petani yang ada di Indonesia.

Sebagai negara yang agraris, rakyat Indonesia banyak yang menjadi petani sebagai mata pencahariannya.

Maka dari itu hadirnya BTI untuk membantu para tani agar memiliki ikatan dan punya daya saing.

Hal ini karena BTI tidak hanya mengurusi riset pertanian, dan ekonomi saja melainkan juga menjadi lembaga untuk mendidik para petani.

Pendidikan itu salah satunya ialah dengan melakukan pemberantasan buta huruf pada kaum tani. (1) (2)

Majalah milik Barisan Tani Indonesia.
Majalah milik Barisan Tani Indonesia. (islambergerak.com)

Baca: Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)

 

Barisan Tani Indonesia ini dideklarasikan pada 25 November 1945.

Deklarasi itu dilakukan bertepatan dengan kongres petani yang dilakukan pada 22-25 November 1945 di Yogyakarta.

Sebelum kongres, ada rapat para kelompok tani dan buruh di Surakarta pada 5-7 Niovember 1945.

Rapat tersebut dilakukan untuk merespon Maklumat Pemerintah yang ditandatangai oleh Moh. Hatta tertanggal 3 November 1945 yang berisi pemberitahuan bahwa pemerintah Indonesia memberi kesempatan bagi terbentuknya partai-partai politik.

Ilustrasi massa Barisan Tani Indonesia.
Ilustrasi massa Barisan Tani Indonesia. (menaramadinah.com)

Baca: Lembaga Kebudayaan Rakyat

Melihat bahwa utusan-utusan kaum tani tidak terwakili dalam partai-partai yang baru terbentuk, maka kelompok tersebut menginisiasi suatu kongres yang bertujuan untuk mendirikan organisasi petani.

Hingga akhirnya berdirilah organisasi tersebut dengan nama Barisan Tani Indonesia (BTI).

Tokoh-tokoh pendiri BTI ialah M. Tauchid, Wijono Suryokusumo, S. Sardjono “Petruk”, Djadi, Asmoe Tjiptodarsono, dan Sajoga.

Setelah berdirinya BTI, kemudian muncul organisasi serupa yakni Rukun Tani Indonesia (RTI) dan Sarekat Kaum Tani (Sakti).

Melalui dorongan PKI, pada Juli 1951 ketiga organisasi ini membentuk FPT (Front Persatuan Tani).

Lebih jauh, pada awal tahun 1953 muncul usulan untuk melakukan fusi atas tiga organisasi tersebut.

Hal ini ditindak lanjuti melalui kongres yang diadakan pada September 1953 di Bogor, yang menyetujui fusi antara BTI dan RTI dengan mengambil nama BTI.

Selanjutnya, pada Juni 1955, Sakti juga memutuskan melebur ke dalam BTI hasil fusi sebelumnya.

Hingga akhirnya BTI ini menjadi semakin besar.

Jumlah anggotanya pada 1955 mencapai 2 juta jiwa dan pada 1965 anggotanya mencapai 3,3 juta tani. (2)

Baca: Lesbumi

 

1. Lembaga pendidikan

Pada saat itu anggota dari Barisan Tani Indonesia (BTI) adalah petani.

Dan dari mereka kebanyakan masih buta huruf.

Hingga kemudian ketika pada 1957 ketika PKI meluncurkan program pemberantasan buta huruf maka BTI menjadi organisasi yang menjalankannya.

2. Lembaga penelitian

BTI juga menjadi wadah penelitian bagi para tani.

Dalam hal penelitian, BTI telah memiliki Institut Pertanian Egom (IPE) yang dibentuk pada November 1963.

Tugas utamanya, selain sebagai institusi pendidikan pertanian juga melakukan penelitian-penelitian agraria.

3. Membentuk koperasi tani

Pada saat itu kondisi petani di Indonesia dalam keadaan khawatir jika tanah yang digarap itu pada akhirnya akan berpindah tangan karena terjadinya akad gadai atau jual beli.

Hal tersebut dilakukan oleh petani karena sulitnya mendapatkan modal untuk bertani.

Tak sedikit tengkulak, rentenir, pengijon dan bank yang bermain dalam akad tersebut.

Untuk mengatasi hal itu kemudian BTI mendirikan koperasi yang digunakan sebagai ekonomi bersama kaum tani.

Sebagai wujud keseriusan untuk membangun koperasi petani ini, pada 1963, BTI membentuk sebuah pusat sekolah koperasi petani untuk sekitar 400 kader-kader BTI di tingkat provinsi. (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here