Beredar Rekaman Percakapan Irjen Napoleon Bonaparte Soal Kasus Red Notice, Singgung Listyo Sigit

0
15


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Beredar sebuah rekaman suara yang berisi percakapan antara eks Kadiv Hubinter Mabes Polri Irjen Napoleon Bonaparte dengan sejumlah tersangka lain dalam dugaan kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Dalam rekaman percakapan berdurasi sekitar 1 menit itu, terdapat 3 orang yang bercakap-cakap.

Mereka bertiga yang tengah bercakap-cakap tersebut diduga adalah Irjen Napoleon, Tommy Sumardi dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Dilansir dari Tribunnews, Jumat (8/10/2021), dalam rekaman yang beredar itu ada yang telah dalam kondisi disensor maupun tidak.

Isi rekaman itu membicarakan kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Mereka juga menyinggung nama Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra yang saat itu masih menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

Dalam pembicaraannya, pria yang diduga Irjen Napoleon dan Prasetijo Utomo mencecar Tommy perihal uang suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Di rekaman itu, Tommy Sumardi mengaku belum memberikan uang tersebut kepada Napoleon, karena masih ada di dalam brankas.

“Naah. Sekarang gue tanya ama elu. Gitu Ioh, apakah uang tersebut diserahkan ke pak Napo..??,” ujar pria yang diduga adalah Brigjen Prasetijo Utomo.

“Tidak,” jawab pria yang diduga Tommy.

“Tidak. Uang tersebut sekarang ada di mana ?,” tanya lagi Prasetijo.

“Ada di brankas saya,” jawab Tommy.

Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam. Bareskrim Polri berhasil menangkap Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia.
Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam. Bareskrim Polri berhasil menangkap Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia. (Tribun Images/IRWAN RISMAWAN)

Baca: Irjen Napoleon Bonaparte Resmi Jadi Tersangka Penganiayaan Muhammad Kece

Baca: Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si.

Setelah, pria yang diduga Napoleon bertanya kepada Tommy Sumardi perihal maksud pengusutan kasus tersebut, ia pun menyebut nama Kabareskrim yang saat itu Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Pak Sigit gimana Kabareskrim ini. Maunya apa? Dia. Maunya apa Kabareskrim sebetulnya?” kata pria yang diduga Napoleon.

“Enggak ada Bang. Saya cuma mau memastikan aja kalau di luar bilang Red Notice bahwa di-back up oleh dia segala macam. Nah, ini saya buktikan bahwa enggak ada itu semua karena saya enggak terlibat di situ,” kata Tommy.

Dalam rekaman itu, Tommy menjelaskan bahwa Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak punya peran apapun dalam kasus tersebut.

Dia ingin mengusut kasus ini sebagai bukti tak terlibat dalam sengkarut suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.

“Penahanan ini maksudnya untuk membuktikan sama publik?” tanya Napoleon.

“Publik bahwa ini sudah saya tahan,” jawab Tommy.

“Jadi Kabareskrim nahan kita berdua hari ini maksudnya supaya membuktikan bahwa dia tidak kepentingan?” tanya lagi pria yang diduga Irjen Napoleon.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here