Besok, Irjen Napoleon Bonaparte akan Diperiksa Terkait Penganiayaan Muhammad Kece

0
8


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Terdakwa kasus gratifikasi red notice, Irjen Napoleon Bonaparte, akan diperiksa atas dugaan penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama, Muhammad Kece.

Dirtipidun Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, Napoleon akan diperiksa pada Selasa (21/9/2021).

“Insha Allah hari Selasa tanggal 21 September 2021 dia (Irjen Napoleon, red) akan diperiksa,” kata Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Senin (20/9/2021) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Andi menjelaskan, penyidik akan melakukan serangkaian pemeriksaan saksi terlebih dahulu sebelum penetapan tersangka.

Gelar perkara terkait kasus dugaan penganiayaan ini rencananya akan digelar pada pekan ini.

Baca: Terkuak Irjen Napoleon Bonaparte Masih Anggota Polri Aktif, Sidang Etik akan Segera Digelar

Baca: Penampakan Wajah Muhammad Kece Setelah Dipukul hingga Dilumuri Kotoran Manusia oleh Irjen Napoleon

Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol.
Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol. (KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)

“Masih ada beberapa saksi yang akan diperiksa sebelum gelar penetapan tersangka.

Tapi dalam minggu ini,” tukasnya.

Sementara itu, Divisi Propam Polri juga memeriksa beberapa petugas lapas Bareskrim Polri.

Pemeriksaan dilakukan karena etugas telah lalai sehingga terhadi penganiayaan di dalam rutan.

“Proses penyidikan telah dilakukan oleh Ditipidum dan Propam Polri juga telah memeriksa petugas jaga tahanan yang diduga tidak melaksanakan tugas dengan baik sehingga terjadi penganiayaan di dalam sel tahanan,” kata Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo pada Senin (20/9/2021).

Baca: Deretan Fakta Terkini Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece oleh Napoleon Bonaparte

Baca: Selidiki Kasus Penganiayaan Muhammad Kece, Bareskrim Polri Periksa Petugas Rutan dan Tahanan

Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/2/2021). Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) tiga tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan.
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/2/2021). Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) tiga tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here