Bintang Merah – Tribunnewswiki.com

0
30


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Bintang Merah merupakan majalah yang dimiliki oleh Partai Komunis Indonesia.

Majalah ini terbit di Jakarta pada 1945-1948.

Setelah itu, majalah ini kembali terbit pada 1950-1965.

Bintang Merah sendiri merupakan majalah politik dengan berfaham pada teori Marxisme dan Leninisme. (1)

Baca: Harian Rakyat

 

Bintang Merah pernah mengalami pemberedelan atau dicekal.

Hal itu terjadi pada 1948 pasca terjadinya Pemberontakan PKI di Madiun.

Meski begitu, pada Agustus 1950, majalah ini bisa kembali terbit kembali dengan staf penyuntingan barunya adalah D. N. Aidit, Lukman, Njoto dan Peris Pardede. (1)

Majalah Bintang Merah tahun 1954
Majalah Bintang Merah tahun 1954 (atmojo.id)

Baca: Pemandangan (Surat Kabar)

 

Majalah Bintang Merah terbit dua kali dalam sebulan.

Tercatat Bintang Merah memiliki 10.000 edaran pada akhir 1950.

Namun jumlah edar itu menurun dari waktu ke waktu.

Pada 1953 Bintang Merah turun menjadi 8.000 jumlah edar.

Jumlah itu dilampaui oleh Harian Rakjat yang meningkat dari 2.000 edar menjadi 15.000 pada 1953.

Hingga akhirnya majalah ini berhenti terbit pada 1965 pasca terjadinya Gerakan 30 September 1965. (1)

Baca: Abadi (Surat Kabar)

Majalah Bintang Merah ini digunakan oleh Partai Komunis Indonesia untuk melakukan propaganda dan juga menyerang tokoh-tokoh yang tidak se-faham dengan Marxisme.

Mohammad Hatta adalah salah satu tokoh yang pernah diserang melalui majalah itu.

Penyerangan itu diawali ketika Mohammad Hatta menulis di “Harian Sin Po 3” 1950.

Kala itu Hatta menulis perbedaan antara ia dengan komunis.

Hatta menyebut jika dirinya masih punya agama, sedang Komunis tidak.

Oleh sebab itu, tokoh komunis, Njoto pun membantah pernyataan Hatta tersebut melalui majalah “Bintang Merah”.

Dalam majalah Bintang Merah vol.7 nomor 1-2, Njoto menulis tentang “Pemalsuan Marxisme”.

Melalui tulisannya itu Njoto berpendapat jika Hatta ini orang yang setuju dengan pembangunan sosialis namun menolk nasionalisasi.

Tidak hanya Hatta, tokoh lain yang juga diserang melalui Bintang Merah ialah Tan Malaka.

Tokoh Komunis, MH Lukman menyerang Tan Malaka dengan sebuah tulisan yang berjudul “Tan Malaka Penghianat Marxisme”.

Dalam tulisan itu MH Lukman menghabisi teoritik Tan Malaka. (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here