Centre for Strategic and International Studies

0
25


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Centre for Strategic and International Studies atau CSIS merupakan institut penelitian (wadah pemikir) kebijakan yang berpusat di Jakarta.

Lembaga yang berdiri pada 1971 ini menjadi lembaga yang independen dan bipartisan yang yang melakukan penelitian kebijakan dan analisis strategis dalam politik, ekonomi, dan keamanan.

Selain itu, CSIS juga terlibat dalam kerja sama internasional.

CSIS juga menjadi salah satu lembaga yang ikut andil dalam pendirian Dewan Kerja Sama Eropa Asia (Council for Asia Europe Cooperation – CAEC).

Bahkan CSIS pernah menjadi tuan rumah untuk Komite Nasional Indonesia untuk Kerja Sama Ekonomi Pasifik (Indonesian National Committee for Pacific Economic Cooperation – INCPEC) untuk Dewan Kerja Sama Ekonomi Pasifik (Pacific Economic Cooperation Council – PECC). (1)

Baca: Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia

CSIS juga menjadi lembaga yang menerbitkan berbagai karya tulisnya.

Karya tulis yang diterbitkan adalah buku dan juga monograf penelitian.

Misalnya saja, sejak 1974 CSIS menerbitkan “The Indonesian Quarterl”.

Selain itu, semenjak 1971 CSIS juga menerbitkan “Analisi CSIS“.

Lembaga ini memainkan pekerjaan sama dengan Proyek Indonesia dari Universitas Nasional Australia (ANU) untuk menerbitkan dan mendistribusikan “Bulletin of Indonesian Economic Studies (BIES)”.

CSIS juga mempunyai perpustakaan yang berbasiskan topik yang terbuka untuk umum dengan sekitar 50.000 judul buku dan banyak jurnal akademis.

Tidak hanya itu, CSIS juga memberikan pelayanan kliping surat kabar dari bermacam surat kabar nasional maupun regional. (2)

Tokoh CSIS.
Tokoh CSIS. (csis.or.id)

Baca: KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger)

 

– Soedjono Humardhani

– Harry Tjan Silalahi

– Josephus Beek

– Ali Moertopo

– Daoed Joesoef

– M. Hadi Soesastro

– J. Kristiadi

– Mari Elka Pangestu (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here