Dilema Fred-McTominay di Manchester United, Pengorbanan untuk Pogba dan Skema Solskjaer

0
14


TRIBUNNEWS.COM – Performa Manchester United memang sangat angin-anginan di awal musim ini.

Menghentak dengan kemenangan telak melawan Leeds United di Liga Inggris, Setan Merah kemudian melempem .

Kritik bermunculan kemudian, mulai dari majalnya lini depan, rapuhnya lini belakang dan tentu saja keroposnya lini tengah Manchester United.

Duet Fred dan Scott McTominay dianggap menjadi titik lemah dari skema Ole Gunnar Solskjaer dan menjadi pekerjaan rumah untuk sang pelatih.

Namun, benarkah duet Fred dan Scott McTominay menjadi yang patut dipersalahkan untuk masalah lini tengah Manchester United?

Gelandang Skotlandia Manchester United Scott McTominay (kanan ke-2) menendang bola saat bek Spanyol Villarreal Pau Torres (kiri), bek Spanyol Villarreal Alfonso Pedraza (kedua dari kiri) dan gelandang Prancis Villarreal Etienne Capoue (kanan) mencoba bertahan selama final UEFA Europa League pertandingan sepak bola antara Villarreal CF dan Manchester United di Stadion Gdansk di Gdansk pada tanggal 26 Mei 2021.
Gelandang Skotlandia Manchester United Scott McTominay (kanan ke-2) menendang bola saat bek Spanyol Villarreal Pau Torres (kiri), bek Spanyol Villarreal Alfonso Pedraza (kedua dari kiri) dan gelandang Prancis Villarreal Etienne Capoue (kanan) mencoba bertahan selama final UEFA Europa League pertandingan sepak bola antara Villarreal CF dan Manchester United di Stadion Gdansk di Gdansk pada tanggal 26 Mei 2021. (KACPER PEMPEL / POOL / AFP)

Baca juga: Kabar Man United, Ronaldo Malah Tambah Masalah, Rashford Beri Sinyal Ganas, Nama Jan Oblak Mencuat

Baca juga: Legenda Liverpool Ejek Cristiano Ronaldo – CR7 Bikin Permainan Manchester United Makin Bobrok

Fred tidak pernah lepas dari kritikan, didatangkan dari Shakhtar Donetsk dengan harga 52 juta Poundsterling, sejak awal kedatangannya banyak yang meragukannya.

Fred atau Frederico Rodrigues de Paula Santos adalah rekrutan di era Jose Mourinho, dan dianggap sebagai transfer yang percuma.

Posisinya adalah gelandang tengah, namun tingginya yang hanya 169 sentimeter, membuatnya sangat diragukan bermain di Inggris.

Permainan keras dan mengandalkan fisik ala Inggris dianggap menjadi kuburan bagi Fred.

Dan benar saja, ia jadi bulan-bulanan dari permainan buruk Manchester United musim 2018, dan dianggap biang keladi prestasi anjlok setan merah.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here