Fakta Unik Titanoba, Ular Terbesar di Dunia yang Ukurannya Kalahkan Anaconda

0
7


TRIBUNTRAVEL.COM – Bicara soal ular terbesar dan terpanjang di dunia, pikiran kita pasti membayangkan anaconda yang terkenal dari Sungai Amazon.

Rupanya, bukan anaconda yang dinobatkan sebagai ular terbesar di dunia, melainkan Titanoba.

Dikutip TribunTravel dari laman Kompas.com, panjang ular titanoba diperkirakan mencapai 12 hingga 13 meter.

Kerangka parsial ular raksasa yang memiliki nama ilmiah Titanoboa cerrejonensis ditemukan oleh tim ilmuwan internasional di Kolombia dan saat ini disimpan di Museum Sejarah Alam Florida.

Seorang ilmuwan sekaligus ahli peleontologi vertebrata Museum Florida, Jonathan Bloch mengatakan, ular ini benar-benar besar dan ukurannya melampaui ular fantasi Hollywood.

Sementara seorang paleontologi dari Universitas Toronto, Jason Head mengatakan titanoba memiliki ukuran tubuh sangat lebar.

Berat dan panjangnya melebihi ular anaconda yang memiliki panjang 6 meter dan berat mencapai 200 kilogram.

Meski kerangka utuhnya tidak ditemukan, para ahli berhasil membuat gambaran akurat mengenai titanoba.

Baca juga: Lama Diparkir karena Pandemi Covid-19, Tempat Penyimpanan Pesawat Qantas Dipenuhi Ular Derik

Baca juga: Suami Istri Temukan 18 Ular di Bawah Tempat Tidur, Sempat Dikira Karpet Bulu

Fragmen dari tiga tengkorak titanoba berhasil diungkap, sehingga mereka bisa mengetahui rupa ular raksasa tersebut.

Menurut Bloch, ular titanoba beratnya mencapai 1,25 ton dan hidup di zaman Paleosen atau 10 juta tahun setelah kepunahan dinosaurus.

Dalam artikel yang dimuat di laman Museum Florida juga disebutkan para ilmuwan menemukan banyak kerangka kura-kura raksasa dan kerabat buaya primitif yang sudah punah yang kemungkinan dimangsa oleh ular titanoboa.

Bloch menjelaskan, dimensi ular titanoboa menunjukkan suhu di wilayah khatulistiwa dulunya jauh lebih tinggi.

Ukuran tubuh ular dan hewan berdarah dingin lainnya ditentukan oleh suhu di lingkungan tempat tinggal mereka.

Menurut Bloch, jika melihat persebaran hewan berdarah dingin saat ini, umumnya yang berukuran besar berada di daerah tropis dan ukurannya akan semakin kecil jika semakin jauh dari khatulistiwa.

Berdasarkan ukuran tubuh ular titanoboa, tim ilmuwan memperkirakan suhu tahunan rata-rata di khatulistiwa Amerika Selatan pada 60 juta tahun yang lalu, sekitar 91 derajat Fahrenheit.

Baca juga: 6 Ramen Enak di Jakarta, Ada yang Lokasinya Tersembunyi di Gang Sempit Tapi Selalu Ramai

Baca juga: Bocah Digigit Ular Berbisa di Kebun Binatang, Sempat Berfoto dengan Ular Melingkar di Leher

Baca juga: Ular Piton Besar Kejutkan Pengunjung Supermarket, Tiba-tiba Muncul dari Balik Rak Bumbu

Baca juga: Suami Istri Temukan 18 Ular di Bawah Tempat Tidur, Sempat Dikira Karpet Bulu



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here