Harian Rakyat – Tribunnewswiki.com

0
3


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Harian Rakyat merupakan surat kabar milik Partai Komunis Indonesia (PKI).

Harian Rakyat ini memiliki motto “Untuk rakyat hanya ada satu harian, Harian Rakyat!”.

Untuk terbitnya, surat kabar ini pertama kali terbit pada 31 Januari 1951.

Awalnya surat kabar ini bernama “Suara Rakyat” akan tetapi kemudian berganti menjadi “Harian Rakyat”.

Surat kabar yang dipimpin oleh Njoto sebagai dewan redaksi dan Mula Naibaho sebagai penanggungjawab redaksi ini memiliki oplah 23.000 eksemplar dalam kurun waktu 1950-1965.

Pada saat itu Harian Rakyat menjadi koran politik terbesar di Indonesia.

Untuk harga jualnya yakni Rp0,60/eksemplar atau jika berlangganan yakni Rp14,5/bulan.

Selain berita, surat kabar ini juga memuat tulisan-tulisan dari Njoto yang masuk dalam rubrik Tjatatan Seorang Publisis. (1)

Fadli Zon menunjukkan koran Harian Rakyat dalam video yang diunggah di akun Youtube-nya.
Fadli Zon menunjukkan koran Harian Rakyat dalam video yang diunggah di akun Youtube-nya. (YouTube/Fadli Zon Official)

Baca: Pemandangan (Surat Kabar)

Harian Rakyat sudah mengalami beberapa kali pemberedelan.

Hal ini tak lepas dari aliran konforntasi yang diambil oleh Harian Rakyat yang akhirnya menimbulkan pertentangan terhadap berbagai pihak tak terkecuali penguasa.

Pemberedelan pertama terjadi selama 23 jam antara 13 September 1957 pukul 21.00 hingga 14 September 1957 pukul 20.00.

Hal ini terjadi karena surat kabar ini menyiarkan berita yang bersumber pada juru bicara resmi Musyawarah Nasional, yang sedang merujukkan para pemimpin pemerintah pusat dengan daerah-daerah yang memberontak.

Pemberedelan kedua terjadi pada 16 Juli 1959.

Hal ini terjadi karena Harian Rakyat memuat pernyataan CC PKI pada tanggal 3 Juli yang berjudul “Penilaian sesudah satu tahun Kabinet Kerja, Komposisi, tidak menjamin pelaksanaan program 3 pasal, perlu segera diretur”.

Pada pemberedelan kedua ini berlangsung agak lama yakni selama satu bulan.

Surat kabar Harian Rakyat.
Surat kabar Harian Rakyat. (Kompasiana)

Baca: Abadi (Surat Kabar)

Pada 2 November surat kabar ini kembali diberedel, namun pemberedelan ketiga yang dilakukan oleh penguasa perang itu tidak memiliki alasan yang begitu jelas.

Pemberedelan keempat terjadi pada 3 Februari 1961 yang dilakukan oleh Penguasa Perang Jakarta Raya.

Harian Rakyat diberedel lantaran memuat sambutan ketua CC PKI D.N Aidit pada hari jadi ke-10 koran Harian Rakyat. (1)  (2)

Baca: Partai Komunis Indonesia (PKI)

Surat kabar Harian Rakyat ini bubar setelah terjadinya peristiwa 30 September 1965 atau yang dikenal dengan G30S/PKI.

Kala itu pada 1 Oktober 1965, Harian Rakyat yang terbit dijakarta dilarang terbit, kecuali Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha milik militer.

Besoknya, pada 2 Oktober 1965 surat kabar ini terbit kembali dengan berita “Letkol Untung Bataljon Tjakrabirawa Menjelamatkan Presiden dan RI dari kup Dewan Djendral”.

Edisi tersebut menjadi edisi terakhirnya lantaran setelah itu surat kabar ini dibubarkan.

Tidak hanya surat kabarnya saja, semua anggota partai dan aktivis yang mendukung Harian Rakyat diburu, ditangkap, dipenjarakan dan dibunuh. (1)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here