Hersri Setiawan – Tribunnewswiki.com

0
14


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Hersri Setiawan merupakan sastrawan Indonesia yang menjadi aktivis di Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra).

Ia lahir di Yogyakarta pada 3 Mei 1963.

Pada 1955-1961 ia menempuh pendidikan tingginya di Universitas Gadjah Mada dengan mengambil jurusan Sosiologi dan Publisistik.

Selain itu, pada 1955-1959 ia juga menempuh pendidikan di Akademi Seni Drama dan Film.

Pada 1967-1969 Hersri kembali melanjutkan pendidikannya ke Universitas 17 Agustus dengan mengambil jurusan Hubungan Internasional. (1)

Buku Menolak Sejarah Penguasa karya Hersri Setiawan
Buku Menolak Sejarah Penguasa karya Hersri Setiawan (jd.id)

Baca: Pramoedya Ananta Toer

Akademik

Karier Hersri Setiawan dimulai dengan menjadi guru di Sekolah Taman Guru Umum dan Taman Siswa, Yogyakarta.

Setelah itu ia menjadi mengajar di SMU Diponegoro, Wates, Yogjakarta.

Tidak hanya itu, ia juga menjadi salah satu pendiri di SMA II Piri, Yogyakarta.

Hingga kemudian ia menjadi dosen Univeritas Rakyat Semarang dan Yogyakarta.

Pers dan Budaya

Selain itu, ketika masih berada di bangku kuliah, ia sudah aktif di dalam lembaga pers dan juga kebudayaan.

Kala itu ia menjadi editor di beberapa majalah seperti, “Gama, Gadjah Mada, dan Universitas Yogyakarta”.

Di bidang budaya, ia mendirikan mendirikan organisasi budaya dan sastra seperti, Lingkaran Sastra dan Himpunan Deklamasi.

Hingga akhirnya ia pun bergabung dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra).

Lekra sendiri merupakan organisasi kebudayaan yang berada di bawah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Di Lekra Hersri menjabat sebagai Sekretaris Umum Lekra Jawa Tengah. (1)

Hersri Setiawan, sastrawan Indonesia sekaligus tokoh Lekra
Hersri Setiawan, sastrawan Indonesia sekaligus tokoh Lekra (Wikipedia)

Baca: Wikana

 

 

Hersri Setiawan sempat mewakili Indonesia menjadi Biro Pengarang Asia-Afrika di Sri Lanka pada 1961-1965.

Pada 1965 ia pulang ke Indonesia.

Karena Hersri adalah aktivis Lekra sehingga ia dianggap sebagai bagian dari pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hingga akhirnya ia pun ditangkap tanpa diadili terlebih dahulu dan diasingkan ke Pulau Buru.

Ia tinggal di Pulau Buru dari 1965 sampai dengan 1979.

Pada 1979 Hersri dibebaskan dari tahanan politik Pulau Buru tersebut.

Setelah keluar dari Pulau Buru, Hersri Setiawan melanjutkan aktivitas menulisnya dengan membuat berbagai karya tulis. (2)

Baca: Affandi Koesoema

– Pengantar Kajian Ranggawarsita

– Between the Bars” dalam Frank Stewart, “Silenced Voices

– Masalah Pendewasaan Anak-anak di Pulau Buru

– Dunia yang Belum Sudah (1993)

– Negara Madiun? – Kesaksian Soemarsono Pelaku Perjuangan (2002)

– Aku eks-tapol (2003)

– Kamus Gestok (2003)

– Memoar Pulau Buru (2004)

– Soekarno Menggugat, Soeharto Sehat (ko-penulis) (2006)

– Inilah Pamflet Itu (2007)

– Menolak Sejarah Penguasa

– Awan Theklek Mbengi Lemek – Tentang Perempuan dan Pengasuhan Anak (2012)

– In Search of Silenced Voices (rekaman wawancara dengan orang-orang Indonesia yang hidup di pengasingan)

– Dari Dunia Dikepung Jangan dan Harus (2021) (3)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here