Ini Alasan Lampu Lalu Lintas Madukoro Akan Difungsikan Kembali

0
66
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang dengan jajaran terkait, saat sedang menentukan titik lampu lalu lintas yang rencananya hendak dipasang di tempat tersebut, Selasa (5/1).

Semarang, aboutsemarangid,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan kembali memfungsikan keberadaan lampu pengatur lalu lintas yang saat ini masih terpasang di seputaran Taman Madukoro atau dekat jembatan Banjirkanal Barat di Jalan Jenderal Sudirman.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro Pudyo M, menjelaskan ada sedikit perubahan terkait letak titik keberadaan lampu lalu lintas tersebut yang sebelumnya terpasang di samping Taman Madukoro akan digeser ke arah barat atau terletak di depan SPBU.

Keberadaannya untuk mengatur arus lalu lintas kendaraan yang berasal dari arah barat atau Kalibanteng. Sementara lampu lalu lintas yang lainnya, tepat sebelum U-Turn (jalur putar) dari arah Tugu Muda hendak menuju Jalan Madukoro. Arus kendaraan dari Tugu Muda atau arah timur tersebut, juga bisa menuju Jalan Indraprasta ataupun kembali ke Tugu Muda. Di lokasi belokan itu juga dipasang penghalang atau “barrier” sejauh beberapa meter, agar ada jarak antara kendaraan yang hendak memutar dengan arah dari barat.

“Jadi nantinya akan ada dua lampu lalu lintas yang berdekatan di lokasi tersebut atau sering diistilahkan ‘dua kaki’. Saat ini masih baru tahap untuk pemasangan lampu lalu lintas tersebut. Diperkirakan selesai dalam 30 hari kerja. Itu karena sistem instalasi kabelnya akan ditanam di bawah tanah. Awal Februari baru akan diuji cobakan lampu lalu lintas ini,” ujar Endro, Selasa (5/1).

Pihaknya bersama Satlantas Polrestabes Semarang sudah melakukan kajian ulang terkait keberadaan lampu lalu lintas di lokasi tersebut. Penyebabnya, titik sebelumnya yang berada di taman Madukoro dinilai tidak efektif dan tidak bisa mengurai kepadatan arus. Sementara untuk kali ini, pihaknya cukup optimis jika keberadaan lampu lalu lintas akan efektif.

“Ini karena kajiannya berdasarkan observasi lapangan langsung. Kami pun menghitung antara rasio kendaraan yang lewat dengan beban jalan yang ada di sana. Keberadaan lampu pengatur arus lalu lintas di kawasan Taman Madukoro sudah sangat mendesak sekali untuk diberlakukan kembali. Apalagi, arus yang hendak menuju ke Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani melalui Jalan Madukoro sudah sangat padat,” papar Endro.

Sementara itu, untuk arus kendaraan yang berasal dari Jalan Madukoro hendak menuju ke arah barat, tetap harus memutar terlebih dulu di bundaran Taman Adipura. Hal tersebut karena jalan yang awalnya lurus dari Jalan Madukoro menuju ke jalan di timur Taman Madukoro, dianggap tidak efektif untuk diberlakukan. Bahkan, pada saat diujicobakan sempat berdampak pada kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi itu. Keberadaannya kini ditutup menggunakan konblok yang disusun rapi untuk menutupi jalan tersebut. (Red-smg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here