Ini Kata Pengamat Epidemiologi Soal Video Viral Pemakaman Pasien Covid-19 di Bitung

0
15



TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Viralnya video pemakaman yang menunjukan seorang oknum Pendeta yang meminta keadilan kepada pemerintah karena istrinya yang meninggal terkonfirmasi positif covid-19 di Bitung, mendapat simpati dari berbagai kalangan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Epidemiologi Sulut Jonesius Manoppo mengatakan memang persepsi masyarakat mengenai protokol pemakaman jenazah terkonfirmasi covid berbeda-beda ada yang bisa menerima dan ada pula yang menentang.

“Namun tentunya proses pemakaman tersebut harus sesuai SOP dan diberlakukan sama kepada siapapun tanpa memandang status,” kata Manoppo kepada Tribun Manado.

Dijelaskannya, sebenarnya reaksi seperti itu bisa diperkecil dengan komunikasi yang baik, apabila ada komunikasi yang baik dari lintas sektor yang menangani dengan keluarga maka hal-hal yang berisiko semacam ini tidak perlu terjadi dan tidak perlu terulang.

“Walaupun kecil terjadinya penularan lewat proses pemakaman tetap ada, itulah mengapa sampai saat ini orang-orang yang terlibat masih menggunakan alat pelindung diri level 4,” terang Manoppo.

Agar kejadian ini tidak terulang tentu saja perlu ditegakkan lagi satu aturan baku mengenai standar prosedur, mulai dari komunikasi yang baik dengan keluarga dan petugas, serta alur yang harus lebih diperjelas, tentunya dengan mempertimbangkan kapasitas dari tim yang melaksanakan.

“Beberapa kasus memang terbukti ada mobil pengangkut jenazah terkonfirmasi covid-19 melewati rumah duka, tempat kerja, bahkan ada ibadah, namun beberapa kasus tidak demikian sehingga muncul kesenjangan,” ungkap Manoppo.

Menurutnya, apabila memang sumberdaya memungkinkan, protokol kesehatan tetap dilakukan oleh keluarga (3M) dan jenazah tidak dibuka bisa saja untuk dilakukan ibadah singkat atau melewati rumah duka, namun kita juga harus memikirkan mengenai pelaksana.

“Artinya semakin jauh perjalanan dan semakin lama proses maka semakin lama pula mereka berada dibalik hazmat, karena itu berarti mereka tidak bisa makan, tidak bisa minum, lembab dan berkeringat akibat kepanasan, itu juga harus menjadi pertimbangan keluarga,” pungkas Manoppo. (Mjr)

Baca juga: Billy Lombok Apresiasi Ajang Pemilihan Nyong Noni Sulut 2021, Ucapkan Selamat ke Ronaldo-Blessy

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, PT PP Wajibkan Tamu yang Datang ke Site Proyek Dirapid Test 

Baca juga: Nasib Roni Marpaung Usai Ditangkap Lantaran Bentak Aggota TNI, Dicurigai Saat Pakai Seragam



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here