J.E. Sahetapy – Tribunnewswiki.com

0
15


TRIBUNNEWSWIKI.COM – J.E. Sahetapy adalah seorang ahli hukum Indonesia, khususnya hukum pidana.

Ia lahir pada 6 Juni 1932 di Saparua, Maluku.

J.E. Sahetapy terlahir dari pasangan Aspenas Adriaan Sahetapy dan Constantina Athilda.

Ia juga merupakan guru besar dalam Ilmu Hukum di Universitas Airlangga, Surabaya.

J.E. Sahetapy menikah dengan Lestary Rahayu Lahenda yang juga merupakan seorang Sarjana Hukum dan dosen di Universitas Kristen Petra Surabaya.

Mereka dikaruniai 4 orang anak, yakni Elfina Lebrine, Athilda Henriete, Wilma Laura, dan Kezia.

J.E. Sahetapy menutup usia pada Selasa, (21/9/2021), di Rumah Sakit Katolik Vencentius A. Paulo Surabaya, Jawa Timur.

Ia dikabarkan meninggal pada pukul 06.57 WIB.

Jenazahnya dikebumikan di Grand Heaven Sidoarjo dan diadakan upacara kebaktian pada pukul 17.00 WIB. (1)(2)

Baca: Sugondo Djojopuspito

 

J.E. Sahetapy bersekolah di sekolah rakyat yang didirikan oleh keluarganya.

Sekolah tersebut diberi nama Particuliere Saparuache School (PSS).

Ibunya menjadi pimpinan sekolah tersebut.

J.E. Sahetapy belajar di sana selama empat tahun lantaran sekolah itu ditutup pada tahun 1942 oleh pemerintah pendudukan Jepang.

Ia dan anak-anak lain di Kepulauan Maluku tak dapat menempuh pendidikan lantaran adanya peperangan.

J.E. Sahetapy kembali melanjutkan sekolahnya setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan.

Ia menyelesaikan pendidikannya dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di Maluku dan rampung pada tahun 1951.

J.E. Sahetapy pernah menjabat sebagai sekretaris Persatuan Pelajar Indonesia di Saparua, lalu melanjutkan sekolah di SMA di Surabaya.

Ia diterima di SMA Negeri IIWijaya Kusuma, lalu pindah ke SMA Negeri I dan lulus pada tahun 1954.

Semasa SMA, ia aktif sebagai ketua Joung Men’s Association.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya.

Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berorganisasi, di antaranya sekretaris Senat Mahasiswa Fakultas Hukum periode 1956-1958, Wakil Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Unair periode 1958-1959, anggota serta ketua Persatuan Pelajar Maluku di Surabaya di tahun 1956-1958 dan anggota Gerakan Mahasiswa Surabaya.

J.E. Sahetapy pernah menjadi asisten dosen Prof. Oey Pek Hong.

Setelah lulus, ia menjadi tenaga tetap di Fakultas Hukum Unair.

Ia juga sempat mengikuti Graduate School di Universitas Utah, Amerika Serikat dalam Business and Industrial Relations selama tahun1960-1962.

J.E. Sahetapy kemudian diangkat menjadi Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga dengan pidato pengukuhannya berjudul Pisau Kriminologi. (3)

J.E Sahetapy saat menjadi pembicara dalam diskusi media KPK di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2014). Diskusi tersebut mengangkat tema
J.E Sahetapy saat menjadi pembicara dalam diskusi media KPK di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2014). Diskusi tersebut mengangkat tema “Pemberantasan Korupsi Politik, Politisasi Pemberantasan Korupsi”. (Warta Kota / henry lopulalan)

Baca: Ali Sastroamidjojo

J.E. Sahetapy pernah menjadi anggota Badan Pemerintahan Harian Provinsi Jawa Timur pada masa Orde Baru.

Ia juga pernah menjadi asisten Gubernur Jawa Timur, Mohammad Noor.

Pada tahun 1998, ia menjajal dunia politik dengan menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004 dari Fraksi PDI Perjuangan.

Sejak saat itu, ia banyak terlibat di lembaga hukum, di antaranya Ketua Komisi Hukum Nasional R.I (2000), Ketua Forum Pengkajian HAM dan Demokrasi Indonesia, Surabaya (1999), Anggota BP MPR RI, Anggota Komisi II (Hukum dan Dalam Negeri) DPR RI, Anggota Panitia Ad Hoc I (Amandemen UUD 1945) MPR RI, Anggota Sub Komisi Bidang Hukum DPR RI dan Anggota Badan Legislatif DPR RI. (2)

Baca: Percha Leanpuri

-Institut Alkitab  Tianus, Bandung (1993)

-Penataran P4 Tingkat Nasional, Jakarta (1979)

-Doktor Ilmu Hukum Unair, Surabaya (1978)

-Business and Industrial Relations, University of Utah, America (1962)

-Fakultass Hukum Jurusan  Kepidanaan Unair, Surabaya (1959)

-SMA 2/1, Surabaya (1954)

-SM (Kurikulum 4 tahun), Saparua (1951)

-Sekolah Rakyat, Saparua (1947)

-Particuliere Saparuasche School (1942) (1)

Baca: Sunarti Sri Hadiyah

-Ketua Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia, sejak 2000

-Anggota The Asia Pasific Forum of National Human Rights Institutions, 2000

-Anggota DPR/MPR RI, 1999

-Guru Besar Emeritus, 1998

-Guru Besar Tamu di Fakultas Hukum Leiden, Belanda dan Universitas Katholik Leuven, Belgia, 1989

-Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Petra Program Manajer Hukum Pidana dan Kriminologi, Badan Kerjasama Kerajaan Belanda-Republik Indonesia, 1986-1991

-Guru Besar Luar Biasa Program Pascasarjana Bidang Hukum UI (1981) dan Undip,Semarang (1982)

-Guru Besar Fakultas Hukum Unair, Surabaya

-Dekan Fakultas Hukum Unair, Surabaya, 1979-1985

-Ketua PSK Fakultas Hukum Unair, Surabaya, 1974

-Pembina Unair, Surabaya, 1973

-Lektor Madya Unair, Surabaya, 1968

-Lektor Unair, Surabaya, 1967

-Pudek I Fakultas Hukum Unair, Surabaya, 1965-1967

-Dosen Sekolah Supply AL RI, Surabaya, 1963-1968

-Lektor Muda Unair, Surabaya, 1963

-Dosen dan Guru Besar S1, S2, S3 Unair, Surabaya

-Asisten Ahli Unair, Surabaya, 1960

-Asisten Dosen Fakultas Hukum Unair, Surabaya, 1959 (1)

Baca: Sidik Kertapati

(TribunnewsWiki.com/Atika)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here