Jong Java – Tribunnewswiki.com

0
15


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Jong Java adalah organisasi perkumpulan pemuda untuk membangun persatuan Jawa Raya.

Organisasi ini didirikan oleh Satiman Wirjosandjojo di Gedung STOVIA pada 7 Maret 1915.

Nama awal organisasi ini adalah Tri Koro Dharmo, artinya Tiga tujuan mulia.

Terbentuknya perkumpulan pemuda ini karena banyak pemuda yang menganggap bahwa Boedi Oetomo sebagai organisasi elit.(1) 

Baca: Front Demokrasi Rakyat (FDR)

Jong Islamieten Bond (Perhimpunan Pemuda Islam)
Jong Islamieten Bond (Perhimpunan Pemuda Islam) (Wikipedia)

Pada awalnya, organisasi ini dinamakan Tri Koro Dharmo yang diketuai oleh Satiman dan wakilnya Wongsonegoro.

Tujuan dibentuknya organisasi ini adalah wadah latihan untuk para calon pemuda nasional.

Anggota dalam organisasi ini mayoritas adalah para murid sekolah menengah yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Bahkan para murid yang bersal dari Sunda dan Madura menganggap bahwa perkumpulan ini terlalu sempit cakupan wilayahnya.

Sehingga pada Kongres I di Solo, 12 Juni 1918, nama Tri Koro Dharmo diubah menjadi Jong Java.

Jong Java merupakan suatu perkumpulan yang mendapatkan pengikut lebih luas, diantaranya Sunda, Madura, dan Bali, serta daerah-daerah berdasarkan kebudayaan Jawa.

Sejak itu, jumlah murid terbanyak dari Jawa.

Sehingga pada Kongres II di Yogyakarta tahun 1919, acara ini tetap bersifat Jawa.

Dalam Kongres II di Yogyakarta membahas tentang:

– Milisi untuk bangsa Indonesia.

– Mengubah bahasa Jawa menjadi lebih demokratis.

– Perguruan Tinggi

– Kedudukan wanita Sunda

– Sejarah tanah Sunda

– Arti pendirian nasional Jawa dalam pergerakan rakyat.

Diadakan Kongres III di Solo pada pertengahan 1920.

Bahkan, pada pertengahan tahun 1921 digelar Kongres IV di Bandung .

Tujuan dari dua kongres ini adalah untuk membangun cita-cita Jawa Raya dan mempersatukan antara suku-suku bangsa di Indonesia. (2) 

Baca: De Jure

Anggota Jong Java terbagi dalam dua golongan, yaitu:

– Anggota muda yang berusia di bawah 18 tahun, yang tidak boleh mencampuri urusan politik.

– Anggota berusia di atas 18 tahun, boleh ikut dalam gerakan politik yang dibantu dan pimpin oleh “anggota luar biasa”. (3) 

Baca: Konfrontasi Indonesia – Malaysia

Pada saat Kongres V di Solo tahun 1922, ditegaskan bahwa dalam acara tersebut tidak ada campur tangan aksi pilitik di dalamnya.

Namun pada kenyataannya, perkumpulan ini mendapatkan pengaruh politik dari Serekat Islam (SI) dibawah pimpinan Agus Salim.

Pada tahun 1924, pengaruh SI semakin kuat hingga beberapa tokoh yang berpegang teguh pada asas agama memutuskan untuk keluar.

Para tokoh yang keluar ini kemudian membentuk Jong Islamieten Bond (JIB), yang merupakan organisasi perhimpunan pemuda dan pelajar Islam Hindia Belanda. (2)

Baca: De Facto

(Tribunnewswiki.com/ Husna)

 



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here