Kapitulasi Tuntang – Tribunnewswiki.com

0
15


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Kapitulasi Tuntang atau Perjanjian Tuntang adalah sebuah kesepakatan penyerahan kekuasaan di Indonesia dari pemerintahan Hindia Belanda kepada Pemerintahan Britania-Raya pada 18 September 1811.

Perjanjian ini dilakukan di sebuah desa bernama Tuntang, letaknya di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Wilayah tersebut adalah tempat peristirahatan para pembesar Hindia Belanda, tepatnya di tepi Danau Rawa Pening.

Ketika itu Belanda sedang diduduki oleh Prancis yang dipimpin Kaisar Napoleon Bonaparte.

Perjanjian tersebut ditandatangani antara pihak Inggris yang diwakili oleh Samuel Auchmuty dan pihak Belanda yang diwakili oleh Jan Willem Janssens. (1) 

Baca: Perjanjian Saragosa

Kapitulasi Tuntang
Kapitulasi Tuntang atau Perjanjian Tuntang

Pada Mei 1811, Jan Willem Janssens mengantikan kedudukan Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Namun, masa jabatan Jan Willem Janssens tidak bertahan lama karena pada 4 Agustus 1811 armada Inggris berhasil menerobos Batavia.

Bahkan, kondisi tentara dan keuangannya sudah tidak stabil setelah ditinggal Daendels.

Armada Inggris yang dipimpin oleh Lord Minto, Samuel Auchmuty, dan Kolonel Gillespei datang dengan 60 kapal perang yang membawa 15.000 pasukan dan 500 kuda.

Dengan waktu yang singkat pasukan tersebut berhasil merebut Batavia.

Sebelum melarikan diri ke Semarang, Jan Willem Janssens sempat bertahan diri di Bogor.

Ketika di Semarang, Jan Willem Janssens mendapatkan dukungan dari prajurit Surakarta dan Yogyakarta.

Namun, pasukan Inggris juga telah menaklukan Semarang, bahkan mereka mendapatkan kepercayaan Sultan Yogyakarta.

Pada akhirnya, Jan Willem Janssens menyerah di Salatiga. (2)

Baca: Perjanjian Renville

– Seluruh Jawa yang telah ditaklukkannya harus diserahkan kepada Inggris.

– Semua serdadu Belanda menjadi tawanan perang Inggris.

– Semua utang yang terjadi selama pemerintahan Daendels tidak menjadi tanggung jawab Inggris.

– Semua pegawai yang mau bekerja sama dengan Inggris dapat ditempatkan pada kedudukan semula.

– Tentara yang dibina para raja boleh meninggalkan kesatuan atau pulang ke rumah. (2)

Baca: Perjanjian Tordesillas

Hasil dari perundingan antara Belanda dan Inggris adalah wilayah bekas jajahan VOC langsung jatuh ke tangan Inggris.

Keberhasilan armada Inggris menaklukkan pertahanan Belanda di Jawa membuat gubernur Jenderal Lord Minto membagi bekas daerah VOC menjadi empat gubernemen, yaitu Malaka, Makassar, Banjarmasin, dan Sunda Kecil.

Bahkan, Lord Minto juga mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai letnan gubernur jenderal untuk wilayah Jawa dan sekitarnya.

Selain Raffles, terdapat dewan penasihat yang terdiri atas Kolonel R.R. Gillespie, W.J. Cranssen, dan H.W. Muntinghe. (2)

Baca: Perjanjian Bongaya

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here