Karel Satsuit Tubun – Tribunnewswiki.com

0
3


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Karel Satsuit Tubun atau Aipda KS Tubun adalah perwira polisi yang menjadi korban peristiwa G30S/PKI.

Ia merupakan pengawal dari Jenderal Leimena.

Karel Satsuit disemayamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

Hal itu karena, ia adalah salah satu tokoh Pahlawan Nasional Indonesia yang terbunuh saat G30S/PKI. (1) 

Baca: Ahmad Yani

Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Sadsuitubun atau KS Tubun merupakan salah seorang Pahlawan Nasional yang menjadi korban pada peristiwa Gerakan 30 September pada 1965.
Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Sadsuitubun atau KS Tubun merupakan salah seorang Pahlawan Nasional yang menjadi korban pada peristiwa Gerakan 30 September pada 1965. 

Karel Satsuit Tubun lahir di Maluku, 14 Oktober 1928.

Ia merupakan pengawal Wakil Perdana Menteri II Dr J Nasution.

Ayahnya bernama Primus Satsuit Tubun, seorang penganut agama Katolik yang ketat.

Karel Satsuit Tubun juga memiliki tiga saudara laki-laki dan dua perempuan.

Pada 1959, ia menikahi gadis jawa yang bernama Margaretha.

Mereka dikaruniai tiga orang anak, diantaranya Philipus Sumarno, Petrus Indro Waluyo, Linus Paulus Suprapto.

Karel Satsuit Tubun meninggal dunia pada 1 Oktober 1965. (2) 

Baca: Letnan Kolonel Untung

Karel Satsuit Tubun memutuskan untuk masuk menjadi anggota POLRI. Kemudian ia diterima dan mengikuti Pendidikan Polisi.

Setelah lulus, ia ditempatkan di Kesatuan Brimob Ambon dengan Pangkat Agen Polisi Kelas Dua atau dikenal Bhanyangkara Satu Polisi.

Ketika Bung Karno mengumandangkan Trikora yang isinya menuntut pengembalian Irian Barat kepada Indonesia dari tangan Belanda.

Saat itu juga dilakukan Operasi Militer, ia pun ikut serta dalam perjuangan itu.

Setelah Irian barat berhasil dikembalikan, ia diberi tugas untuk mengawal kediaman Wakil Perdana Menteri, Dr. J. Leimena di Jakarta. Berangsur-angsur pangkatnya naik menjadi Brigadir Polisi. (1)

Baca: Tan Malaka

Karel Satsuit Tubun sedang bertugas untuk menjaga rumah Wakil Perdana Menteri Johanes Leimena.

Saat itu, pasukan penculik G30S/PKI datang hendak menculik Jenderal AH Nasution di Jalan Teuku Umar.

Sebagian pasukan penculik itu hendak melumpuhkan pengawalan yang menjaga di sekitar rumah Johannes Leimena yang letaknya berada di dekat rumah Nasution.

Ketika itu, Karel Satsuit Tubun sedang mendapatkan giliran untuk berjaga di pos jaga, sedangkan teman lainnya berjaga di tempat lain.

Ia pun ditangkap oleh delapan pasukan penculik dan kemudian menghabisi nyawanya dengan peluru panas.

Pada 5 Oktober 1965, Karel Satsuit Tubun ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi berdasarkan Surat Keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/Komando Operasi Tinggi (KOTI) nomor 114/KOTI/1965 pada 5 Oktober 1965.

Selain itu, pangkatnya dinaikkan menjadi Ajun Inspektur Polisi II.

Karel Satsuit Tubun dimakamkan ke Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan. (2)

Baca: Letjen S. Parman

Atas segala jasanya, ia diberi gelar sebagai Pahlawan Revolusi karena menjadi korban G30S/PKI.

Tokoh Pahlawan Revolusi Indonesia, diantaranya Jenderal Ahmad Yani, Letjen R. Suprapto, Letjen M.T. Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Sutoyo, Mayjen D.I. Pandjaitan, Brigjen Katamso, Kolonel Sugiono dan Kapten CZI Pierre Tendean.

Pangkat Karel Satsuit Tubun dinaikan menjadi Ajun Inspektur Dua Polisis.

Selain itu, namanya juga diabadikan menjadi nama sebuah Kapal Perang Republik Indonesia dari fregat kelas Ahmad Yani dengan nama KRI Karel Sadsuitubun. (1)

Baca: Siswondo Parman

(Tribunnewswiki.com/ Husna)

 

 



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here