Kasus Polusi Udara di Jakarta, Jokowi hingga Anies Baswedan Divonis Bersalah

0
10


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mengabulkan sejumlaj gugatan warga negara atas polusi udara di Jakarta.

Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, divonis bersalah atas pencemaran udara di Ibu Kota.

“Menyatakan Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III, Tergugat IV dan Tergugat V telah melakukan perbuatan melawan hukum,” kata Ketua Majelis Hakim, Saifuddin Zuhri, saat membacakan putusan di PN Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2021), dikutip dari Kompas.com.

Dalam pembacaan putusan, majelis hakim menghukum kelima tergugat untuk melakukan sejumlah langkah memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

Majelis hakim menghukum Presiden untuk menetapkan baku mutu udara ambien nasional yang cukup, dengan tujuan melindungi kesehatan manusia, lingkungan dan ekosistem, termasuk kesehatan populasi yang sensitif berdasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Majelis hakim menghukum Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melakukan supervisi terhadap Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten, dan Gubernur Jawa Barat dalam melakukan inventarisasi emisi lintas batas ketiga provinsi.

Kemudian, Gubernur DKI Jakarta dihukum untuk melakukan pengawasan terhadap ketaatan setiap orang mengenai ketentuan perundang-undangan di bidang pengendalian pencemaran udara dan atau ketentuan dokumen lingkungan hidup.

Kuasa hukum penggugat, Ayu Eza Tiara menilai kepentingan berpihak pada kepentingan seluruh warga dalam mendapatkan udara bersih.

“Di sini ada beberapa putusan yang dikabulkan sebagian. Hakim menolak adanya pelanggaran hak asasi manusia di sana namun yang lainnya terpenuhi,” kata Ayu.

Polusi udara terlihat di langit Ibu Kota Jakarta
Polusi udara terlihat di langit Ibu Kota Jakarta, Selasa (8/6/2021). Melalui platform pengukur kualitas udara Iqair.com yang merilis kualitas udara, Jakarta masuk 10 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan menempati urutan ke 4.

Dirinya menilai putusan tersebut  tepat dan bijaksana mengingat dari proses pembuktian di persidangan sudah sangat jelas.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here