Kelenteng Tay Kak Sie – Tribunnewswiki.com

0
16


TRIBUNNEWSWIKI.COMKelenteng Tay Kak Sie merupakan kelenteng tua di Kota Semarang.

Selain menjadi destinasi wisata sejarah, kelenteng ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Semarang.

Awalnya, kelenteng ini hanya sebagai tempat pemujaan Dewi Welas Asih , Kwan Sie Im Po Sat, lalu berkembang menjadi kelenteng yang juga memuja Dewa Dewi Tao lainnya.

Kelenteng Tay Kak Sie biasanya mengadakan berbagai upacara keagamaan di hari tertentu.

Pengunjung selain etnis Tionghoa, dapat datang ke sini.

Kelenteng yang sudah berdiri sejak tahun 1746 ini terletak di Jalan Gang Lombok No. 62, Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.

Saat masuk ke dalam gang, pengunjung akan menjumpai perahu besar yang sangat menarik perhatian.

Bagunan perahu tersebut adalah replika perahu Laksamana Zheng He yang letaknya tepat di seberang Kelenteng Tay Kak Sie. (1)(2)

Replika Kapal Laksamana Zheng He
Replika Kapal Laksamana Zheng He (indonesiakaya.com)

Baca: Klenteng Sam Poo Kong

Sebelum menjadi nama Kelenteng Tay Kak Sie, kelenteng ini bernama Kwam Im Ting.

Kelenteng tersebut dibangun pada tahun 1724 dan digagas oleh seorang saudagar bernama Khouw Ping (Xu Peng) dan Bon Wie serta dibantu oleh teman-teman mereka.

Kelenteng Kwam Ing Ting itu dibangun dengan tujuan sebagai tempat pemujaan Yang Mulia Dewi Welas Asih, Kwam Sie Im Po Sat.

Seiring berkembangnya zaman, kelenteng tersebut menjadi kelenteng besar dan kemudian dipergunakan untuk memuja berbagai Dewa Dewi Tao.

Pada tahun 1771, kelenteng tersebut mengalami perubahan lokasi dan berdiri di atas kebun Lombok dengan tujuan untuk  keamanan pada saat itu.

Pemindahan lokasi tersebut dilakukan oleh warga bersama ahli feng shui.

Pemindahan tersebut menjadikan dualisme penetapan tahun pendirian kelenteng  yang didasarkan atas dua persepsi berbeda.

Pendapat pertama menetapkan masa pendirian kelenteng berdasakan tempat pada tapak yang sekarang yaitu di Gang Lombok.

Sementara, pendapat kedua berdasarkan pendiriaan rumah pemujaan Dewi Kwan Sie Im Po Sat.

Pada tahun 1772, Kelenteng Kwam Im Ting berubah nama menjadi Kelenteng Tay Kak Sie.

Nama Tay Kak Sie artinya adalah Kuil Kesadaran Agung. (3)(4)

Baca: Maha Vihara Mojopahit

Kelenteng Tay Kak Sie seperti kelenteng pada umumnya, yakni adanya oranamen dan simbol.

Kelenteng ini memiliki Patung Budha Gautama yang berada di bawah pohon Bodhi, yang artinya rindang atau damai.

Atapnya memiliki hiasan sepasang naga yang sedang memperebutkan matahari, di mana merupakan simbol penjaga kelenteng dari hal-hal buruk.

Di sisi lain, matahari memiliki simbol mutiara alam semesta.

Kelenteng ini juga memiliki patung singa jantan dan betina yang ada di depan pintu masuk.

Dua patung itu memiliki simbol sebagai penolak bala dan dilambangkan sebagai keadilan dan kejujuran.

Pada daun pintu kelenteng, terdapat lukisan sepasang panglima perang Qie Lan Pu Sa dan Wei Tuo Pu Sa.

Adapula tempat abu hio besar yang diapit oleh dua lilin, terletak tidak jauh dari pintu masuk.

Kelenteng Tay Kak Sie ini terbagi menjadi 3 ruangan, di antaranya ruang tengah, ruang sebelah kanan dan ruang sebelah kiri.

Ruang tengah digunakan untuk tempat pemujaan Guan Yin Pu Sa yang didampingi Shan Cai.

Adapun meja pemujaan untuk Tri Ratna Buddha (Sam Poo Hud).

Ruang sebelah kanan untuk memuja Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi), Hian Tian Siang Tee (Dewa Pengusir Setan), Koan Tee Kun (Dewa Keadilan), Jing Cui Co Su (Dewa Air) dan Te Cong Ong Po Sat (Dewa Pintu akhirat).

Sementara, ruang sebelah kiri dipakai untuk tempat pemujaan Thian Siang seng Bo, yakni pelindung nelayan dan orang-orang yang berlayar.

Terdapat pula tempat pemujaan 9 tokoh Cap Pwee Lo Han.

Di ruangan samping kiri terdapat pula tempat pemujaan Poo Seng Tay Tee (Dewa Strategi), Seng Hong Lo Ya (Dewa Keadilan), Kong Tek Cun Ong (Dewa Pelindung Orang Hok) dan Thay Siang Lo Kun (dewa Tertinggi Pengikut Taoist).

Kelenteng Tay Kak Sie memiliki patung dewa-dewi yang dipuja sebanyak 33 patung. (3)

Berbagai patung dewa dalam kepercayaan Budha
Berbagai patung dewa dalam kepercayaan Budha (indonesiakaya.com)

Baca: Rumah Tjong A Fie

-Sumur Langit

Sumur Langit ini berupa lubang di bagian kelenteng dengan atap terbuka menghadap langit yang berfungsi sebagai altar utama.

Berdoa di sumur langit dengan menghadap ke langit memiliki makna menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kepercayaan Tridharma, sosok Tuhan diwujudkan seperti langit yang luas dan tidak memiliki wujud.

Di sumur langit ini, terdapat altar-altar tempat menancapkan hio atau dupa untuk melakukan ibadah.

-Arca Rupang yang beragam

Kelenteng ini memiliki arca rupang yang  berjumlah 29 dari dewa-dewi yang dipuja yang diletakkan di dekat sumur langit.

Arca rupang tersebut sebagai wujud penghormatan.

Pihak sekretariat menyebutkan bahwa tuan rumah Klenteng Tay Kak Sie ini adalah Dewi Welas Asih atau Dewi Kwam Im, meski banyak dewa-dewi yang dipuja.

-Makna Jumlah Hio

Jumlah hio atau dupa yang dipakai oleh para jemaat memiliki makna.

Jumlah hio yang ganjil dipakai untuk menghadap Dewa Dewi, sedangkan jumlah genap untuk manusia awam maupun yang sudah meninggal. (5)

Pembakaran dupa yang ada di Klenteng Tay Kak Sie
Pembakaran dupa yang ada di Klenteng Tay Kak Sie (indonesiakaya.com)

Baca: Vihara Gunung Timur

(TribunnewsWiki.com/Atika)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here