Kemenkes Sebut Vaksin Zifivax Belum Masuk Daftar Program Vaksinasi Nasional

0
6



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 dengan merk dagang Zifivax.

Hal itu disampaikan Kepala Badan POM RI Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual pada Kamis (7/10).

“Badan POM kembali menginformasikan telah diberikan persetujuan terhadap satu vaksin covid yang baru dengan nama dagang Zifivax,” ujar Penny.

Vaksin ini dikembangkan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical yang bekerjasama dengan perusahaan Indonesia PT Jbio.

Menanggapi hal itu Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sampai saat ini pemerintah belum berencana menggunakan vaksin asal China tersebut dalam program vaksinasi nasional.

Baca juga: Jokowi Ingatkan agar Kasus Covid-19 di Bali Ditekan Serendah Mungkin

“Sampai sekarang belum ada rencana penggunaan vaksin Anhui atau Zifivax dalam program vaksinasi,” ujar Nadia saat dikonfirmasi, Jumat (8/10/2021).

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan vaksin tersebut bisa digunakan pemerintah nantinya.

“Sampai saat ini kita ketahui ada beberapa merk vaksin yang sudah mendapatkan izin edarnya,” kata dia.

Diketahui, vaksin Zifivax dikembangkan menggunakan platform rekombinan protein sub unit.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here