Kerusuhan Mei 1998 – Tribunnewswiki.com

0
18



– Pukul 11.30 WIB

Massa ini adalah para mahasiswa Trisakti, mereka berkumpul di kawasan sekitar kampus dan mulai bergerak sekitar pukul 11.30 WIB.

Sehari sebelumnya, tepatnya pada 13 Mei 1998 banyak mahasiswa yang telah gugur karema ditembaki saat aksi damai meminta reformasi.

Pada 14 Mei 1998, para mahasiswa mengadakan aksi berkabung untuk mengenang empat mahasiswa yang meninggal dunia akibat tertembak oleh aparat.

– Pukul 12.00 WIB

Terjadi pembakaran sebuah truk sampah di perempatan jalan layang.

Saat itu, aparat memblokir jalan di depan Gedung Mal Ciputra dan kemudian para melempari barisan tersebut dengan batul, botol dan benda lainnya.

Para massa juga merusak beberapa fasilitas lalu lintas dan pagar pembatas jalan.

Sehingga aparat mengeluarkan rentetan tembakan peringatan dan gas air mata, yang membuat massa tunggang langgang.

Di Jalan Daan Mogot, massa mengamuk dengan membakar dan merusak gedung maupun mobil.

Situasi memprihatinkan terlihat di parkiran mobil yang terletak di belakang gedung Mal Ciputra.

Area ini biasa digunakan sebagai tempat parkir mahasiswa Trisakti maupun Tarumanegara.

Sekitar 15 mobil hangus terbakar dan sembilan lainnya hancur total.

Isi mobil telah dijarah terlebih dahulu oleh massa sebelum dihancurkan.

Massa juga membakar sebuah bus yang berada di area parkir.

Buku-buku kuliah, diktat, tanda identitas mahasiswa tampak berserakan di antara bangkai mobil.

Di lintasan kiri maupun kanan Daan Mogot, kaca-kaca gedung hancur berantakan.

Tiga kios yang berada di pompa bensin hangus terbakar.

Di area parkir PT Putra Surya Multidana, enam mobil dibakar dan satu dirusak.

Hotel Daan Jaya hangus terbakar dan kobaran apinya mulai menyentuh ke gedung di belakangnya, yaitu sebuah diskotek.

Gedung BCA, rumah bilyar, dan sejumlah gedung yang berada di jajarannya ikut jadi korban amukan massa.

– Pukul 13.00 WIB

Ratusan mahasiswa Unika Atma Jaya pun turun ke tempat kejadian untuk menggelar aksi keprihatinan dan duka cita bagi para mahasiswa korban Tragedi Trisakti.

Bahkan aksi ini juga disambut oleh ratusan pegawai kantor yang berada di depan kampus Unika Atma Jaya dan beberapa warga sekitar yang tinggal di kawasan Benhil dan seputar kampus.

Gabungan pegawai dan warga itu berdiri di depan Gedung BRI I dan II, yang berhadapan dengan Kampus Unika Atma Jaya.

Hingga para aparat keamanan dari Polri membubarkan kerumunan warga, namun sekelompok warga melemparkan batu.

Para aparat pun menembaki gas air mata kepada orang-orang yang melakukan pelemparan.

Saat itu, para pegawai kembali berlarian masuk kantor.

Namun konsentrasi warga tetap terbentuk di depan Gedung BRI I dan II. Sementara itu, di pertigaan jalan di depan pertokoan Benhil, massa yang berkumpul melempari polisi dengan batu.

– Pukul 15.30 WIB

Massa yang berada di kawasan Daan Mogot, diminta oleh tiga helikopter yang berputar-putar dengan terbang rendah agar tidak berkerumun dan pulang ke rumah.

Di jalan S Parman, khususnya di depan Mal Ciputra, Pasukan Huru-hara (PHH) berseragam hitam menutup hampir semua badan jalan.

Kekuatan aparat yang semula sekitar 200 orang terus bertambah lapisannya.

Bentrokan antara aparat dan massa berlangsung mulai siang hingga sore hari yang menyisakan batu-batu dan pecahan beling/botol di seluruh badan jalan.

Menjelang maghrib, massa masih terus bergerombol di pinggiran jalan layang Grogol dan di depan Ukrida.

Di jalan Kyai Tapa, massa melempari petugas keamanan dengan batu maupun botol.

Aparat yang mengintai di Pos Polisi Grogol membalasnya dengan tembakan dan gas air mata serta semburan water canon.

Sebuah kios oli di pompa bensin jalan Kyai Tapa terbakar habis.

– Pukul 16.00 WIB

Data di Pos Kesehatan Universitas Trisakti sampai sekitar pukul 16.00 WIB menunjukkan sedikitnya sembilan orang terkena tembakan.

Menurut seorang paramedis yang merawat korban, hanya tiga orang yang terkena tembakan peluru karet, namun lainnya terkena peluru tajam. Mereka adalah:

– Dominic (terkena bahu)

– Rusman (paha kiri)

– Nju siswa STM Pluit (dada kiri)

– Junaedi (kepala)

– Suhemi (dada kiri)

– Cahyadi (kepala)

– Dahlan Uke (kepala)

– Samuel Napitupulu dan Muhammad Ikhsan terkena peluru tajam pada bagian pundak belakang.

– Pukul 18.00 WIB

Keberingasan massa mulai muncul di berbagai kawasan, terutama di Jakarta Barat.

Ada penjarahan rumah warga di Jl Bandengan Selatan, Tubagus Angke, dan Jembatan Dua.

Hingga larut malam, pembakaran gedung, mobil dan penjarahan toko masih berlangsung, terutama di sekitar kawasan Angke, Jakarta Utara.

Suasana mencekam masih ditambah padamnya lampu penerangan jalan dan gedung-gedung. (2) 

Baca: Peristiwa Rengasdengklok



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here