Kisah 11 September WTC Amerika Serikat, Osama Bin Laden jadi Otak Serangan, Mesir Terlibat

0
5


TRIBUNMANADO.CO.ID – Serangan 11 September atau serangan 9/11atau Peristiwa Selasa Kelabu adalah serangkaian empat serangan bunuh diri yang telah diatur terhadap beberapa target di New York City dan Washington, D.C. pada 11 September 2001.

Pada pagi itu, 19 pembajak dari kelompok militan Islam, al-Qaeda, membajak empat pesawat jet penumpang.

Para pembajak sengaja menabrakkan dua pesawat ke Menara Kembar World Trade Center di New York City; kedua menara runtuh dalam kurun waktu dua jam.

Pembajak juga menabrakkan pesawat ketiga ke Pentagon di Arlington, Virginia.

Dalam file foto 11 September 2001 ini, orang-orang lari dari runtuhnya salah satu menara kembar di World Trade Center di New York. Stephen Cooper, paling kiri, melarikan diri dari asap dan puing-puing ketika menara selatan ambruk hanya satu blok jauhnya pada 11 September, dikabarkan telah meninggal karena virus corona, kata keluarganya, menurut The Palm Beach Post.
Dalam file foto 11 September 2001 ini, orang-orang lari dari runtuhnya salah satu menara kembar di World Trade Center di New York. Stephen Cooper, paling kiri, melarikan diri dari asap dan puing-puing ketika menara selatan ambruk hanya satu blok jauhnya pada 11 September, dikabarkan telah meninggal karena virus corona, kata keluarganya, menurut The Palm Beach Post. ((AP/Suzanne Plunkett))

Ketika penumpang berusaha mengambil alih pesawat keempat, United Airlines Penerbangan 93, pesawat ini jatuh di lapangan dekat Shanksville, Pennsylvania dan gagal mencapai target aslinya di Washington, D.C. Menurut laporan tim investigasi 911, sekitar 3.000 jiwa tewas dalam serangan ini.

Dugaan langsung jatuh kepada al-Qaeda, dan pada 2004, pemimpin kelompok Osama bin Laden, yang awalnya menolak terlibat, mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.

Al-Qaeda dan bin Laden juga mengatakan dukungan AS terhadap Israel, keberadaan tentara AS di Arab Saudi, dan sanksi terhadap Irak sebagai motif serangan ini.

Amerika Serikat merespon serangan ini dengan meluncurkan Perang Melawan Teror dengan menyerang

Afghanistan untuk menggulingkan Taliban yang melindungi anggota-anggota al-Qaeda.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here