Kuasa Hukum Napoleon Bonaparte Singgung Ahok, Sebut Penghina Agama Pasti Babak Belur di Penjara

0
26



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kuasa Hukum Irjen Napoleon Bonaparte, Ahmad Yani menilai kasus penganiayaan pelaku penghinaan agama tidak hanya terjadi terhadap Muhammad Kece yang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Ahmad Yani mengklaim kasus tersebut terjadi hampir di seluruh Rutan maupun lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Hal ini disebut telah menjadi kejadian yang biasa didengar di penjara.

“Ada hal-hal yang tabu tidak ingin mereka dengar. Apa itu? satu paling anti betul kalau ada pemerkosa, pencabulan anak atau sodomi kalau masuk pasti sengsara. Apalagi ini menyangkut masalah penodaan agama,” kata Ahmad Yani saat dikonfirmasi, Sabtu (25/9/2021).

Karena itu, kata Ahmad, kasus pelaku penghina agama yang babak belur ketika masuk penjara memang telah biasa terjadi. Sebaliknya, kasus ini tidak hanya terjadi di Rutan Bareskrim Polri.

“Kalau masuk 3 kategori tadi, pemerkosa, pencabulan anak atau sodomi anak-anak atau penghinaan agama dimana pun pasti dia masuk (penjara) babak belur aja,” jelasnya.

Baca juga: Bareskrim Bakal Gelar Pra-Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Muhammad Kece

Ahmad Yani kemudian menyinggung ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sempat menjadi terpidana kasus penistaan agama. Dia mengatakan, Ahok berusaha menghindar agar tidak ditahan di Lapas.

“Ini juga akhirnya beberapa tahun lalu kasus Ahok itu dia mati-matian tidak mau masuk ke lembaga pemasyarakatan. Akhirnya dia ditahan di Rutan Brimob karena takut yang seperti ini,” ujarnya.

Diketahui, Irjen Napoleon Bonaparte merupakan terpidana kasus dugaan suap dari Djoko Tjandra yang kini mendekam di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Lokasi yang sama dengan tempat penahanan Muhammad Kece.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here