Lettu Pierre Tendean – Tribunnewswiki.com

0
5


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Lettu Pierre Tendean adalah ajudan Jenderal AH. Nasution dan seorang perwira militer Indonesia yang menjadi korban G30S/PKI.

Ia mengawali karier militernya menjadi intelijen.

Tahun 1963, ajudan Jenderal AH. Nasution yang bernama Kapten Kav Adolf Gustaf Manullang gugur dalam misi perdamaian di Kongo Afrika. Kemudian Pierre Tendean ditunjuk untuk menggantikannya.

Dengan pangkat Letnan Satu Czi, ia dipromosikan menjadi Kapten Anumerta setelah kematiannya.

Pierre Tendean disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata bersama enam perwira korban G30S/PKI lainnya.

Ia juga ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1965. (1) 

Baca: Kolonel Sugiyono

Pierre Tendean
Pierre Tendean 

Pierre Tendean merupakan anak ketiga dari pasangan seorang berdarah Minahasa L Tendenan dan wanita Indonesia berdarah Perancis Maria Elizabeth Cornet.

Pierre Tendean lahir di Jakarta 21 Februari 1939.

Ia belajar pendidikan di sekolah dasar di Magelang, lalu melanjutkan SMP dan SMA di tempat ayahnya bertugas, Semarang.

Kemudian, ia mengeyam pendidikan menjadi taruna di Akademi Militer Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) di Bandung pada tahun 1958.

Pierre Tendean mengawali karier militernya menjadi Komandan Pleton Batlyon Zeni Tempur 2 Kodam II/Bukit Barisan di Medan.

Satu tahun kemudian, ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Intelijen Negara di Bogor.

Setelah itu, ia ditugaskan menjaadi mata-mata di Malaysia, sehubungan dengan konfrontasi Indonesia-Malaysia atau Dwikora.

Tugas Pierre Tendean adalah memimpin sekelompok relawan di beberapa daerah untuk menyusup ke Malaysia.

Semenjak itu, ada tiga jenderal yang menginginkan Pierre Tendean untuk menjadi ajudannya. Mereka adalah Jenderal AH Nasution, Jenderal Hartawan, dan Jenderal Kadarsan. Ia akhirnya menjadi ajudan Jenderal AH Nasution. (2) 

Baca: Jenderal Soedirman

Pierre Tendean selalu merayakan hari ulang tahun ibunya di Semarang pada tanggal 30 September.

Namun, saat 30 September 1965, Pierre Tendean ditetapkan di Jakarta karena menjalankan tugas sebagai ajudan Jenderal AH Nasution.

Pada malam itu pun terjadi peristiwa penyerangan pasukan Tjakrabirawa yang menyerang kediaman Sang Jenderal.

Pierre Tendean mendengarkan suara gaduh saat beristirahat di ruang tamu dan akhirnya terbangun serta mentangi sumber sumber suara. Begitu sampai, ia langsung disambut senapan.

Pasukan Tjakrabirawa mengira Pierre Tendean adalah Jenderal AH Nasution, lalu ia diculik dan membawanya ke Lubang Buaya.

Sebelum terjadi peristiwa itu, Pierre Tendean sempat mengaku sebagai Jenderal AH Nasution.

Jasadnya dimasukkan ke dalam lubang berdiameter 75 sentimeter bersama enam perwira tinggi TNI lainnya.

Pierre Tendean gugur saat berusia 26 tahun.

Pierre Tendean sempat akan menikahi calon istrinya yang bernama Rukmini Chaimin, namun tengah gugur terlebih dahulu.

Ia juga ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi Indonesia pada 5 Oktober 1965. Pangkatnya pun naik menjadi kapten sebagai bentuk penghormatan kepada Pierre Tendean. (2)

Baca: Ahmad Yani

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here