LPSK Sebuat Adanya Kejanggalan Dalam Kasus Penganiayaan Napoleon Bonaparte Terhadap Muhammad Kace

0
13


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Youtuber sekaligus tersangka kasus penistaan agama Muhammad Kace baru-baru ini mendapat banyak sorotan lantaran kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte.

Lantaran kasus itu, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suroyo ikut angkat bicara.

Ia mengungkapkan adanya kejanggalan pada kasus penganiayaan tersebut.

Hasto Atmojo melihat adanya keanehan lantaran Muhammad Kace dan Irjen Napoleon Bonaparte merupakan tahanan di rutan Bareskrim Polri yang bisa berinteraksi secara dekat.

Lebih jauh ia menilai penjagaan dari aparat yang dirasa ceroboh karena terjadinya kasus penganiayaan itu.

Ia meminta kepada pihak pengelola tahanan Bareskrim Polri untuk mempertanggung jawabkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Irjen Napoleon kepada Kace.

YouTuber Muhammad Kece, tersangka kasus dugaan penistaan agama tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). Saat digiring penyidik Bareskrim Polri untuk masuk ke dalam kantor Bareskrim, Muhammad Kece sempat menyapa para awak media.
YouTuber Muhammad Kece, tersangka kasus dugaan penistaan agama tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). Saat digiring penyidik Bareskrim Polri untuk masuk ke dalam kantor Bareskrim, Muhammad Kece sempat menyapa para awak media. (Tangkapan Layar YouTube Kompas TV)

Baca: Muhammad Kace

Baca: Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si.

Hasto bahkan menyebut akan berusaha melakukan pemindahan tempat penahanan bila diperlukan.

“Ini yang aneh, karena bagaimana mungkin sesama tahanan bisa berinteraksi sedemikian rupa. Bahkan sampai satu dengan yang lainnya ini melakukan penganiayaan.”

“Jadi kalau LPSK melihat bahwa yang bersangkutan memerlukan permohonan, tentu kami akan upayakan pemindahan tempat penahanan yang bersangkutan. Atau ditempatkan di perlindungan LPSK,” jelas Hasto dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Senin (20/9/2021).

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah memeriksa sebanyak 6 orang guna menyelidiki kasus penganiayan itu.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here