Makam Juang Mandor – Tribunnewswiki.com

0
16


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Makam Juang Mandor adalah situs bersejarah di kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Indonesia.

Pada tahun 1943-1944, makam ini merupakan tempat pembantaian sekitar 21.037 orang oleh tentara Jepang.

Peristiwa pembantaian ini dikenal dengan Tragedi Mandor Berdarah atau Peristiwa Mandor.

DPRD Kalimantan Barat mengeluarkan Perda Nomor 5 Tahun 2007 tentang Peristiwa Mandor, yang ditetapakn tanggal 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat. (1) 

Baca: Makam Sunan Giri

Makam Juang Mandor
Gerbang Makam Juang Mandor.

Pada tanggal 19 Desember 1941, tentara Jepang menyerang Kota Pontianak dengan melakukan perlawanan udara.

Tentara Belanda yang berada di Pontianak tidak mampu melawannya.

Serangan udara itu kembali terjadi tanggal 22 dan 27 Desember.

Pada akhirnya, tentara Jepang berhasil menguasai Kalimantan Barat pada 21 Januari 1941.

Pada masa itu, wilayah Kalimantan Barat berada di bawah kendali Angkatan Laut Jepang (Kaigun).

Sejak pendudukan Jepang, semua organisasi politik yang ada di Kalimantan Barat dibubarkan.

Meskipun demikian, beberapa tokoh seperti Noto Soedjono dan dr. Rosebini berusaha mendirikan organisasi lain yang didukung oleh Angkatan Laut Jepang, yaitu Nissinkai.

Angkatan Laut Jepang berharap organisasi tersebut dapat mendukung Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.

Kaum terpelajar dan para bangsawan, mulai dicurigai oleh Angkatan Laut Jepang sebab mereka menghalangi usaha Angkatan Laut Jepang di Kalimantan Barat.

Pada tahun 1943, tentara Jepang mengadakan pertemuan organisasi Nissinkai dengan rakyat Kalimantan Barat.

Saat pertemuan itu, tentara Jepang marah karena rakyat Kalimantan Barat mencoba meracuni perwakilan Jepang.

Akibat hal tersebut, Gedung Landraadweg yang menjadi tempat pertemuan dikepung tentara Jepang.

Hingga, pemimpin-pemimpin organisasi pergerakan di Kalimantan Barat banyak yang ditangkap dan dibunuh setelah pertemuan tersebut.

Selama masa pendudukan Jepang, wilayah Kalimantan Barat terjadi dua kali peristiwa pembantaian, yang pertama pada 23 Oktober 1943 dan pembantaian kedua pada 28 Juni 1944.

Peristiwa tersebut menewaskan Sultan Syarif Muhammad Alkadrie, yang merupakan penguasa Kesultanan Pontianak saat itu.

Pembantaian kedua dikenal dengan Peristiwa Mandor. (2) 

Baca: Makam Sultan Iskandar Muda

Monumen Makam Juang Mandor ini terdapat 10 makam.

Bangunan makam 1-9 merupakan rakyat biasa dari berbagai kalangan dan etnis di Kalimantan Barat.

Sedangkan, bangunan ke 10 merupakan makam tempat pembantaian para Raja dan orang-orang yang berpengaruh di Kalimantan Barat masa itu.

Bangunan situs ini memiliki dinding beton berlapis marmer dengan relief di kanan-kiri.

Relief itu menggambarkan kekejaman tentara Jepang yang sedang menyiksa penduduk pribumi sambil memegang senjata.

Selain itu, terdapat pula lapangan terbuka yang dulunya dijadikan lokasi pembunuhan massal. (1)

Baca: Taman Makam Pahlawan Kalibata

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here