Marsinah – Tribunnewswiki.com

0
21


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Marsinah merupakan aktivis buruh di masa Orde Baru.

Ia lahir pada 10 April 1969.

Marsinah adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan, Marsini kakaknya dan Wijiati adiknya.

Marsinah lahir dari pasangan Astin dan Sumini di desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Marsinah bekerja di PT Catur Pura Surya (CPS), pabrik pembuat jam di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketika di sekolah, Marsinah adalah siswa yang rajin membaca buku dan selalu mendapat peringkat di sekolahnya.

Namun sayang pendidikannya hanya bisa sampai di tingkat SLTA karena terkendala biaya.

Meski begitu ia tetap terus belajar, salah satunya yakni dengan mengikuti kursus ilmu komputer dan bahasa Inggris.

Kemudian, di lingkungan perusahaan di mana dia bekerja, Marsinah merupakan aktivis dalam organisasi buruh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) unit kerja PT CPS. (1)

Bendera Marsinah dikibarkan oleh puluhan buruh perempuan yang tergabung dalam Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) saat berunjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (9/3). Aksi memperingati hari perempuan sedunia itu menyuarakan sosok Marsinah sebagai pejuang dan pahlawan bagi rakyat.
Bendera Marsinah dikibarkan oleh puluhan buruh perempuan yang tergabung dalam Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) saat berunjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (9/3). Aksi memperingati hari perempuan sedunia itu menyuarakan sosok Marsinah sebagai pejuang dan pahlawan bagi rakyat. (Kompas/Priyombodo)

Baca: Affandi Koesoema

Latar belakang terjadinya peristiwa 1993 yang menyebabkan Marsinah hilang dan meninggal yakni berkaitan dengan surat edaran dari Gubernur KDH TK I Jawa Timur.

Pada surat edaran tersebut gubernur mengimbau agar pengusaha menaikkan gaji sebesar 20 persen dari jumlah gaji pokok.

Imbauan itu disambut dengan suka cita oleh para buruh.

Namun para pengusaha tidak menyukai dengan surat edaran itu, karena otomatis perusahaan akan mengeluarkan uang lebih banyak.

Pada pertengahan April 1993, PT. Catur Putra Surya (PT. CPS) Porong membahas surat edaran tersebut dengan resah.

Akhirnya, karyawan PT. CPS memutuskan untuk unjuk rasa tanggal 3 dan 4 Mei 1993 menuntut kenaikan upah dari Rp1700 menjadi Rp2250. (2)

Baca: Orde Panji Merah Buruh

 

  • Penculikan dan Meninggal Dunia

Pascamemimpin unjuk rasa yang dilakukan pada 3 dan 4 Mei 1993.

Marsinah menjadi incaran petinggi perusahaan di mana ia bekerja.

Hingga kemudian pada 5 Mei 1993 ia diculik oleh lima orang algojo dari PT CPS.

Setelah itu, Marsinah dikabarkan menghilang selama beberapa hari hingga akhirnya pada 9 Mei 1993 ia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Mayatnya ditemukan dengan tubuh yang mengenaskan di sebuah gubuk di daerah Nganjuk, sekitar 200 km dari tempatnya bekerja.

Kematian Marsinah yang tidak wajar itu mendapat reaksi keras dari para aktivis dan masyarakat luas. Mereka menuntut pihak aparat keamanan untuk menyelidiki dan mengadili para pelakunya.

Sebagai rasa simpati dan solidaritas terhadap Marsinah, para aktivis pun membentuk Komite Solidaritas Untuk Marsinah (KSUM). (1)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here