Masa Kelam Sepakbola Indonesia Diungkap Munadi, ‘Dulu Gaji Nunggak, Ujung-ujungnya Tidak Dibayar’

0
6



Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjadi seorang atlet tidak melulu berkelimpahan harta. 

Munadi, pesepakbola profesional Indonesia, mengungkapkan ada masa-masa di mana dirinya tidak dibayar oleh klub yang menggunakan jasanya. 

Hal tersebut dialami Munadi jauh sebelum Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) berdiri.

“Sepakbola suka dukanya nikmat deh pokoknya. Kalau sekarang sudah enak, kita dinaungi APPI. Kalau dulu gaji kita nunggak, kita mengadu ke siapa? Kadang ujung-ujungnya tidak dibayar,” tutur Munadi kepada Tribunnews.com di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/10/2021).

“Pernah mengalami seperti itu. Lima bulan lancar, setelahnya tidak lancar. Ujung-ujungnya tidak dibayar full,” imbuh dia. 

Baca juga: Jadwal Sepak Bola Putra Babak 6 Besar PON Papua 2021 Hari ini: Sumut vs Aceh, Jatim vs Kaltim

Munadi enggan membeberkan klub mana yang tidak membayar haknya secara profesional.

Dia justru menegaskan bahwa sepakbola, olahraga yang digelutinya sejak di bangku sekolah dasar (SD), bukan sekadar hobi. 

Bagi pria kelahiran Bekasi Kota, 25 Januari 1989 tersebut, sepakbola adalah hidup.

“Nikmat saja, saya jalani saja. Namanya juga hobi yang jadi pekerjaan ya seperti ini. Toh’ sepakbola itu hidup saya,” kata Munadi.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here