Menko Perekonomian Dorong Penerapan GRC di Internal BUMN untuk Ciptakan Ekosistem Bisnis Bersih

0
3



Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mendorong perusahaan terutama di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan berbasis governance, risk and compliance (GRC) untuk mendorong ekosistem bisnis yang bersih di tengah pandemi.

Airlangga Hartato mengatakan, kini dunia dikejutkan persoalan raksasa properti Tiongkok, Evergrande, dalam persoalan gagal bayar utang. Ini bermula dari agresivitas dalam ekspansi bisnis, dan utang yang tak dibarengi dengan penilaian risiko yang memadai. Termasuk risiko tentang kebijakan pemerintahan.

“Ini bisa berdampak sistemik dan berdampak global. Berbagai hal seperti itu dapat menjadi pelajaran bagi kita dan mengingatkan bahwa implementasi GRC, tentu dapat merespons tantangan dalam kondisi yang berubah,” kata dia saat menjadi keynote speaker di ajang Top GRC Awards 2021 yang dirangkai dengan kegiatan GRC Summit 2021 baru-baru ini di Jakarta.

Dia mengatakan, sejauh ini berbagai upaya telah berlangsung mengatasi kelemahan tata kelola di Indonesia. Misalnya adanya pembentukan Komite Nasional Kebijakan GCG di 1999 oleh Menko Ekuin, dan ini masih berlanjut.

OJK pun menerbitkan peta arah tata kelola perusahaan RI di tahun 2014, untuk emiten dan perusahaan publik.

“Lalu ada inisiatif untuk mendorong tumbuhnya tata kelola yang bagus. Contohnya Indeks Persepsi Tata Kelola, dan penghargaan seperti TOP GRC Awards 2021 ini,” papar Menteri Airlangga Hartarto.

Menyinggung tentang perekonomian nasional, Airlangga mengatakan bahwa dalam momentum pemulihan ekonomi, Indonesia berhadapan dengan naiknya varian delta dari virus corona.

Baca juga: Menko Airlangga Apresiasi Kartu Prakerja, Ungkap Jadi Momen Upgrade Skill Pekerja Indonesia

Di sisi lain, aktivitas manufaktur terus naik, dan ada hal perbaikan lainnya. Pertambahan pasien corona menurun. Juga pasien dirawat/diisolasi, dan lain-lain. Mesin ekonomi bagus, dan pandemi terkendali.

“Tetapi kita tak boleh kendor. Harus semangat dan antara lain dengan melakukan penerapan GRC yang bagus,” ujarnya.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here