Menteri BUMN Sebut Tebu Rakyat Wajib Terlibat Percepatan Swasembada Gula

0
6



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, transformasi yang dicapai PT Industri Gula Glenmore di bawah pengelolaan PT Perkebunan Nusantara XII, diharapkan dapat mendorong terwujudnya swasembada gula konsumsi bagi Indonesia.

Dengan luas seluruh lahan yang dikelola holding perkebunan, menurut Erick, Indonesia harus menjadi negara dengan kekuatan industri gula yang solid.

Hal tersebut ditegaskan Menteri BUMN, Erick Thohir dalam kunjungan kerja ke Banyuwangi, Jawa TImur, Sabtu (18/9).

Di lokasi tersebut, Erick Thohir meninjau PT Industri Gula Glenmore (IGG) yang dikelola PT Perkebunan Nusantara XII di lahan seluas 102,4 hektar di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

“Dengan produksi gula yang terus meningkat dan juga aplikasi teknologi modern di industri ini, saya harap PT IGG  menjadi bagian dari usaha untuk terwujudnya swasembada gula konsumsi,” ucap Erick dalam keterangannya, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Jika Ada Karyawan BUMN Terbukti Radikal dan Teroris, Erick Thohir Minta Masyarakat Laporkan

Meski tetap memerlukan peran swasta, namun sudah saatnya perusahaan  BUMN yang bergerak dalam bisnis perkebunan tebu dan gula bergabung dalam satu holding untuk mewujudkan mimpi lama tersebut.

Saat ini terdapat tujuh anak perusahaan PTPN yang bergerak di industri tebu dan gula, yaitu PTPN VII di Lampung, PTPN IX sampai XII di Jawa Timur, dan PTPN XIV di Sulawesi Selatan.

Menteri BUMN menambahkan restrukturisasi yang dilakukan di PTPN XII telah memberikan hasil maksimal dengan membaiknya keuangan dan memberi keuntungan sehingga untuk menuju swasembada gula konsumsi, maka diperlukan kolaborasi dengan rakyat dan instansi lain.

“Saya minta libatkan tebu rakyat, dan lahan milik Perhutani sehingga ada peningkatan lahan produksi dari 45 ribu hektar menjadi 85 ribu, lalu secara perlahan hingga tahun 2024-2025 harus menjadi 250 ribu hektar,” lanjut Erick Thohir

Keinginan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor, terutama untuk komoditas yang dimiliki dan menjadi kekayaan Indonesia, terus diupayakan oleh Kementerian BUMN kepada perusahaan BUMN.

“Sudah saatnya kita jangan hanya menjadi market saja yang akan menyulitkan negara kita. Dengan potensi yang kita miliki, bagaimana pula gula harus menjadi tulang punggung ekonomi,” pungkas Menteri BUMN.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here