Minta Maaf Izinkan Saipul Jamil Tampil di TV, KPI Sebut Pemilihan Diksi Ketuanya Tidak Tepat

0
4


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyampaikan permintaan maaf terkait pernyataan Ketua KPI Agung Suprio yang mengizinkan mantan narapidana kasus asusila, Saipul Jamil, untuk tampi di televisi dalam kapasitas edukasi.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo dalam program Sapa Indonesia Pagi.

Ia mengakui pemilihan kata yang dipilih oleh Agung saat berbincang di YouTube Deddy Corbuzier tidak tepat.

“Pertama memang kami harus sampaikan permohonan maaf atas pemilihan diksi yang sangat tidak tepat, tidak pas yang disampaikan oleh ketua kami, ketua KPI,” ucap Mulyo dikutip di kanal YouTube Kompas TV, Senin (13/9/2021).

Mulyo menjelaskan, maksud sesungguhnya dari pernyataan ketua KPI tersebut adalah hal-hal terkait asusila, prostitusi, narkoba, hingga pelanggaran hukum oleh artis atau figur publik, disampaikan secara hati-hati dan ditujukan untuk edukasi publik.

Baca: Minta Maaf ke Masyarakat, KPI Sebut Petisi Boikot Saipul Jamil akan Dibahas di Rapat Pleno

Baca: Laporan Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Pegawai KPI Ditolak oleh Polisi

Namun, publik tidak mencontoh tindakan Saipul Jamil yang sudah terjerat kasus sejenis.

“Agar hal itu tidak terulang sebab sanksi hukum yang telah dijalani tidak dipersepsikan sebagai risiko biasa,” kata Mulyo.

“Itu yang barangkali yang ingin disampaikan oleh ketua, tetapi kemudian tidak cukup untuk bisa memberikan penjelasan karena barangkali ditanya oleh mas Deddy sehingga mengarah kemudian ditangkap berbeda pesannya oleh publik,” lanjutnya.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Agung Suprio
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Agung Suprio (ISTIMEWA)

Untuk itu, Mulyo kembali menyampaikan permohonan maaf ke publik terkait pernyataan ketua KPI.

“Karena itu atas nama KPI, saya menyampaikan permohonan maaf atas pemilihan diksi yang tidak tepat tersebut,” tutur Mulyo.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here