Museum Dullah – Tribunnewswiki.com

0
14


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Museum Dullah adalah museum seni rupa karya pelukis revolusioner yang bernama Dullah.

Museum Dullah berada di Jalan Cipto Mangunkusumo No 15 Sriwedari, Laweyan, Solo.

Di dalam museum ini terdapat ratusan lukisan karya Dullah dari tahun 1939 sampai 1993.

Selain karya Dullah, terdapat 12 ruangan yang dimana setiap ruangannya menampilkan karya lukisan yang berbeda. (1) 

Baca: Museum Hoofdbureau

Museum Dullah
Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sujiatmi Notomiharjo saat menyaksikan lukisan karya Dullah di Museum Dullah di Jalan dr Cipto Mangunkusumo No 15, Sriwedari, Laweyan, Solo, Senin (19/9/2016).

Museum Dullah merupakan museum yang dibuat privat.

Untuk mengunjunginya, para pengunjung harus membuat reservasi terlebih dahulu untuk berkunjung.

Museum Dullah ini ditempati seorang penjaga yang ditugaskan untuk menjaga keamanan dan ketertiban museum.

Penjaga tersebut bernama Mirwanto, yang telah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun.

Museum Dullah baru dibuka pada 1 Agustus 1998 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof.Dr.Fuad Hasan. (2) 

Baca: Museum Sadurengas

Awal masuk museum ini akan disambut sebuah patung replika dari sosok Dullah.

Replika itu duduk tersenyum sembari mengenakan kacamata, seraya mengucapkan “selamat datang”, kapada para pengunjung.

Di belakangnya terdapat sebuah lukisan diatas kanvas besar dengan ukuran 200 x 350 sentimeter.

Lukisan tersebut mengisahkan proses peperangan yang terjadi di Indonesia antara serdadu Belanda dan Sekutu, berhadapan dengan para pejuang Indonesia.

Semua lukisannya disebut dengan lukisan beraliran realis.

Hal ini karena Dullah mengikuti rekam jejak serangan agresu pasca Indonesia merdeka.

Selain itu, Dullah juga banyak melukis tentang kehidupan rakyat.

Salah satunya adalah lukisan rakyat Pulau Dewata Bali yang dilukis dengan detail.

Bagi Dullah menuangkan kisah kehidupan para rakyat di atas kanvas menjadi kesenangan tersendiri baginya.

Menjadi terasa alami seakan menyatu dengan lukisan yang dia buat.

Terdapat perbedaan lukisan ketika Dullah saat masih bersama Sukarno di istana dan saat dia keluar, yaitu memiliki perbedaan yang kontras.

Diantaranya dalam pemilihan warna, apabila saat menjadi pelukis istana akan cenderung memiliki unsur krem pada latar belakang lukisan.

Hal ini didasari pada pengaruh melukis Belanda yang banyak dipelajari sebelumnya.

Saat dia keluar dari istana, Dullah berimprovisasi dengan mengembangkan warna alami dan semirip mungkin dengan apa yang dia saksikan. (2) 

Baca: Museum Indonesia TMII

  • Lokasi dan Jam Operasional

Museum Dullah terletak di Jl. Dr. Sutomo, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Jam buka museum ini setiap hari dari pukul 07.30-18.00 WIB.

Untuk mengunjungi museum ini, sebelumnya para pengunjung diharuskan untuk reservasi terlebih dahulu. (3) 

Baca: Museum Bung Karno

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here