Museum Karo Lingga – Tribunnewswiki.com

0
3


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Museum Karo Lingga merupakan sebuah museum yang didirikan atas prakarsa G.H. Mantik, Pangkowilham Kodam II Bukit Barisan pada tahun 1977. 

Museum ini berada 5 km di sebelah barat Kabanjahe, sekitar 1 km sebelum lokasi Perkampungan tradisional Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Pada tanggal 6 Juni 1989, Museum Karo Lingga resmi dibuka dan dikelola oleh Yayasan Museum Karo Lingga.

Bentuk bangunan museum ini menyerupai bangunan rumah adat tradisional masyarakat Karo.

Museum ini memiliki ornamen yang berhubungan dengan lambang-lambang yang berkaitan dengan adat-istiadat yang diciptakan oleh nenek moyang suku Karo itu sendiri. (1)

Baca: Museum Kayu Wanagama

Baca: Museum Kata Andrea Hirata

Bangunan museum Karo Lingga yang pada bagian atasnya menggunakan arsitektur rumah adat khas Karo.
Bangunan museum Karo Lingga yang pada bagian atasnya menggunakan arsitektur rumah adat khas Karo. (TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul)

Museum Karo Lingga didirikan pada tahun 1977 atas prakarsa G.H. Mantik, Pangkowilham Kodam II Bukit Barisan pada kala itu, kemudian resmi dibuka pada tanggal 6 Juni 1989.

Saat ini kepemilikan dan pengelolaan museum dipegang oleh Yayasan Museum Karo Lingga.

Lingga sendiri merupakan perkampungan Batak Karo yang unik, dengan memiliki rumah-rumah adat yang diperkirakan berumur 250 tahun, namun kondisinya masih kokoh.

Rumah-rumah tersebut umumnya dihuni oleh 6-8 keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan, dimana ruangannya tidak dipisahkan oleh pembatas apapun. (2)

Baca: Museum Rumah Budaya Tembi

Baca: Museum Linggam Cahaya

Museum Karo Lingga menyimpan koleski sejumlah 206 buah.

Koleksi tersebut terdiri dari berbagai jenis uis kain tenun khas Karo, gundala-gundala (topeng Karo), mata uang, peralatan dapur, peralatan pertanian, peralatan musik, peralatan berburu, peralatan upacara adat, dan peralatan pengobatan.

Semuanya menggambarkan berbagai perlengkapan hidup yang pada zaman dulu sering dipakai oleh orang Karo dalam kehidupan sehari-hari.

Benda-benda koleksi tersebut didapat dari lingungan sekitar desa Lingga, misalnya dibeli dari warga, disumbangkan, dan bahkan dititipkan oleh warga kepada pengelola Museum Karo Lingga. (3) (1)

Baca: Museum Kota Lhokseumawe

Baca: Museum Tari dan Musik Nusantara

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here