Museum Kereta Api Sawahlunto – Tribunnewswiki.com

0
30



TRIBUNNEWSWIKI.COM – Museum Kereta Api Sawahlunto merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas II yang dialihfungsikan menjadi sebuah museum sejarah perkeretaapian.

Museum ini merupakan museum perkeretaapian kedua di Indonesia setelah Ambarawa.

Museum yang secara administratif terletak di Pasar, Lembah Segar, Sawahlunto ini termasuk dalam Divisi Regional II Sumatera Barat.

Museum ini dikelola oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI bekerja sama dengan Pemerintah Kota Sawahlunto.

Stasiun Sawahlunto kini memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 3 merupakan sepur lurus.

Emplasemen sisi utara dan selatan stasiun telah tertimbun oleh tanah dan aspal jalan akses yang terletak di sebelah timurnya dan dijadikan lapak PKL.

Saat ini, hanya terdapat 3 jalur yang dijadikan sebagai jalur langsiran, serta sebuah patung J.W. IJzerman yang dipajang tepat di atas jalur 4 yang telah tak terpakai.

Stasiun ini mempunyai depo lokomotif yang khusus untuk merawat lokomotif E10 dimana merupakan spesies endemik jalur kereta api Sumatera Barat. (1)

Baca: Museum Uang Sumatera

Baca: Museum Olahraga Nasional

Berada di Kampung Teleng, Spoorwegstation, Stasiun Kereta Api Sawahlunto dibangun pada tahun 1912.

Produktifitas Batu Bara Ombilin benar-benar mempengaruhi Kereta Api, terbukti sejak Desember 2003 Stasiun Kereta Api Sawahlunto mati suri lantaran minimnya produksi Batu Bara yang dibawa dengan kereta api.

Pemerintah Kota Sawahlunto memutuskan untuk mendirikan Museum Kereta Api Sawahlunto dengan memanfaatkan bangunan Stasiun.

Hal itu karena melihat potensi perkeretaapian dengan asetnya serta sesuai Visi dan Misi Kota Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang Berbudaya.

Kemudian pada tanggal 17 Desember 2005, Museum Kereta Api Sawahlunto dilakukan peresmian oleh Wakil Presiden M. Jusuf Kalla. (2)

Museum Kereta Api Sawahlunto menyimpan sebanyak 106 koleksi yang terdiri sebagai berikut:

• gerbong (5 buah),

• lokomotif uap (1 buah),

• jam (2 buah), alat-alat sinyal atau komunikasi (34 buah),

• foto dokumentasi (34 buah),

• miniatur lokomotif (9 buah),

• brankas (3 buah),

• dongkrak rel (5 buah),

• label pabrik (3 buah),

• timbangan (3 buah),

• lonceng penjaga (1 buah),

• aki lokomotif (2 buah).

Satu-satunya lokomotif uap yang dimuseumkan di sini ialah E1060, lokomotif uap bergigi yang didesain untuk medan curam di jalur Kayu Tanam–Batu Tabal serta Padang Panjang–Bukittinggi. (1)

Baca: Museum Kereta Api Ambarawa

Baca: Museum Nyah Lasem

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here