Museum Kota Langsa – Tribunnewswiki.com

0
16



TRIBUNNEWSWIKI.COM – Museum Kota Langsa adalah sebuah museum umum yang didirikan pada tahun 2016, berada di Gedung Balai Juang Kota Langsa.

Sebelum dikenal sebagai Gedung Balai Juang, bangunan ini bernama Het Kantoorgebouw Der Atjehsche Handel-Maatschappij Te Langsar.

Gedung ini juga sempat digunakan sebagai kantor percetakan uang yang dikenal dengan bon kontan bernilai Rp. 100,00.

Ketika Belanda menyerah terhadap Jepang, gedung ini kemudian diambil alih dan difungsikan sebagai markas oleh tentara Jepang.

Jenis koleksi yang disajikan di dalam museum terdiri dari Etnografika, Historika, Keramologika, dan lainnya. (1)

Baca: Museum Nyah Lasem

Baca: Museum Pusaka Karo

Sekitar tahun 1923 didirikan sebuah bangunan yang diberi nama Kantor Atjehsche Handel-Maatschappij (AHM).

Pada masa pendudukan Belanda, Kantor AHM bergerak di bidang ekspor impor, salah satunya menjual mobil merek Ford di kota-kota di Aceh, yaitu Kutaraja (Banda Aceh), Lhökseumawè (Kota Lhokseumawe), Sigli (Pidie), Meulaboh (Aceh Barat) dan Tapaktuan (Aceh Selatan).

Pada tahun 1942-1945, gedung ini kemudian beralihfungsi menjadi salah satu markas militer yang digunakan petinggi Jepang saat itu.

Pada awal kemerdekaan tahun 1945, gedung ini menjadi pusat kegiatan pejuang kemerdekaan dan diberi nama Balee Juang.

Salah satu fungsinya yakni sebagai kantor percetakan uang yang dikenal dengan “bon kontan” bernilai Rp. 100- sebagai alat tukar yang berlaku hanya di wilayah Langsa.

Kemudian pada 1970, gedung ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai acara, seperti lokasi aktivitas mahasiswa, tempat kegiatan pers hingga dijadikan sebagai kantor Badan Perencanaan Pembangunan (BAPPEDA) Kabupaten Aceh Timur.

Pada Tahun 2002, pengelolaan Gedung Balai Juang diserahkan kepada Pemerintah Kota Langsa, selanjutnya pada 2019 dijadikan sebagai bangunan Museum Kota Langsa. (2)

VISI

Mewujudkan Museum sebagai pelestari nilai sejarah dan budaya sesuai dengan budaya yang islami.

MISI

1. Menjadikan Fungsi Museum sebagai sarana pelestari benda, struktur bangunan, situs dan kawasan cagar budaya;

2. Mengfungsikan Museum sebagai sarana penelitian, pendidikan, pengembangan nilai-nilai positif yang terkandung dalam cagar budaya;

3. Mengoptimalkan potensi Museum sebagai salah satu sarana pengembang sumber daya kearifan lokal, seperti pariwisata, kreativitas seni, pengajaran dan sebagainya melalui kegiatan-kegiatan interaktif, edukasif yang berkesinambungan. (2)

Baca: Museum Karo Lingga

Baca: Museum Istiqomah Buding

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here