Museum Sabang – Tribunnewswiki.com

0
13



TRIBUNNEWSWIKI.COM – Museum Sabang merupakan sebuah museum khusus yang dibangun pada tahun 2013 atas gagasan dari pimpinan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Gagasan itu muncul karena melihat keadaan alam Sabang yang memiliki kekayaan alam bawah laut yang sangat indah.

Selain itu, Sabang juga memiliki nilai sejarah yang banyak dan beragam. 

Museum Sabang sendiri dikelola oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.

Salah satu koleksi utama yang ada di dalam Museum Sabang ialah jangkar kapal dan miniatur kapal uap. (1) (2)

Baca: Museum Pusaka Karo

Baca: Museum Karo Lingga

Sekitar tahun 1900, Sabang merupakan sebuah desa nelayan dengan pelabuhan dan iklim yang baik.

Di sana, Belanda kemudian membangun depot batu bara, pelabuhan diperdalam, serta mendayagunakan daratan sehingga terbangunlah tempat yang dapat menampung 25 ton batu bara.

Kapal uap dan kapal laut yang digerakkan oleh batu bara dari banyak negara singgah untuk mengambil batu bara, air segar, dan fasilitas lainnya.

Sebelum Perang Dunia II, Pelabuhan Sabang menjadi lokasi yang sangat penting dibandingkan Singapura.

Namun ketika kapal dengan tenaga diesel digunakan, lambat laun Sabang mulai dilupakan.

Pada tahun 1970, Pemerintah Republik Indonesia menjadikan Pelabuhan Sabang sebagai pelabuhan bebas dan menjadi pelabuhan terpenting di Indonesia.

Sayangnya, pelabuhan tersebut akhirnya ditutup pada tahun 1986 lantaran menjadi daerah rawan penyelundupan.

Pada tahun 2000, Sabang kembali dijadikan pelabuhan bebas dan kawasan perdagangan bebas.

Akan tetapi, ketika Aceh ditetapkan sebagai daerah operasi militer tahun 2003, aktivitas Sabang sebagai pelabuhan bebas terhenti.

Karena sejarah panjang inilah, penting didirikan sebuah museum untuk menghadirkan cerita panjang dari Sabang tersebut. (2)

Sebagian koleksi yang dimiliki oleh Museum Sabang berupa replica kapal dan sebagianya.

Kemudian ada juga Meriam yang dihibahkan Lanal Sabang, serta koleksu berupa foto dan sejarah pahlawan dari Lanud.

Selain itu, ada juga jangkar zaman dahulu serta banyak barang hibah dan titipan dari masyarakat. (3)

Baca: Museum Istiqomah Buding

Baca: Museum Sejarah Purbakala Pleret

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here