Musuem Perkebunan Indonesia – Tribunnewswiki.com

0
7


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Museum Perkebunan Indonesia merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di Medan.

Lokasinya berada di Jalan Brigjen Katamso 53, Medan, Sumatera Utara.

Museum ini telah diresmikan pada 10 Desember 2016 lalu.

Museum ini berdiri atas inisiatif  seorang tokoh perkebunan Indonesia, Soedjai Kartasasmita.

Jika dilihat dari segi bangunannya, museum ini menggunakan struktur peninggalan sejarah bernama Gedung Algemeene Vereeniging van Rubberplanters ter Ookust van Sumatera (AVROS).

AVROS merupakan organisasi gabungan beberapa bangsa Eropa di Indonesia yang mengurusi perkebunan Sumatera Timur yang berdiri sejak 1911.

Museum Perkebunan Indonesia saat ini dikelola oleh Yayasan Museum Perkebunan Indonesia yang berada di gedung milik Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

Di latar museum ini, terdapat sebuah rumah, pesawat dan lokomotif. (1)(2)

Baca: Monumen Pancasila Sakti

Museum Perkebunan Indonesia ini dulunya merupakan rumah Direktur Algemen Vereneging voor Rubberplanters ter Oostkust van Sumatera (AVROS) saat masa pemerintahan Belanda.

Kemudian, seorang tokoh perkebunan Indonesia bernama Soedji Kartasasmita menggagas dan mendirikan sebuah museum khusus berisi sejarah dan berbagai pengetahuan tentang perkebunan.

Museum itu diberi nama Museum Perkebunan Indonesia atau biasa disingkat Musperin.

Pada 10 Desember 2016, museum ini diresmikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi dan Direktur Jenderal Pekebunan dan Kementerian  Pertanian, Bambang serta Ketua Pembina Yayasan Perkebunan Indonesia, Soedjai Kartasasmita.

Musperin ini diresmikan tepat pada hari Perkebunan Indonesia.

Usia gedung itu sudah mencapai lebih dari 100 tahun.

Museum Perkebunan Indonesia juga merupakan museum pertama di Sumatera Utara, bahkan di Indonesia.

Hal itu dapat dilihat dari slogannya yang berbunyi, “Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Depan”. (3)

Baca: Museum Sejarah Purbakala Pleret

-Belajar tentang komoditas Indonesia

Pengunjung yang datang ke museum ini dapat menambah wawasan mengenai komoditas Indonesia yang sudah terkenal hingga ke mancangera, mulai dari kopi, teh, tembakau, tebu, karet, kakao hingga kelapa sawit.

Terdapat ruangan khusus untuk tiap tanaman, sehingga pengunjung dapat memeroleh informasi cukup banyak.

Salah satunya adalah ruangan kelapa sawit.

Di ruangan tersebut, pengunjung akan mendapat berbagai informasi mengenai tanaman kelapa sawit secara lengkap.

Bahkan, pengetahuan tentang lokasi perkebunan dan berbagai hasil olahan kelapa sawit dapat dijumpai di sini.

-Merasa kembali ke masa lampau

Museum yang memiliki dua lantai ini masih berstuktur peningalan zaman Belanda, pengunjung akan merasakan seperti kembali ke masa lampau.

Pada lantai dua, pengunjung dapat melihat berbagai peralatan yang kerap kali dipakai dalam industri perkebunan zaman Belanda.

Mulai dari timbangan, mesin hitung, alat pemotong dan tempat jemuran.

Selain itu, tiap ruangan di museum ini dilengkapi diorama yang menggambarkan situasi perkebunan zaman dulu.

Bahkan, pengunjung dapat melihat gambaran proses menyemai benih, perawatan, hingga panen di sejumlah perkebunan besar Indonesia zaman dahulu. (1)

Baca: Museum Timor Timur TMII

-Pesawat Terbang Penyiraman Tembakau (Agricultural Airoraft)

Model Piper Pawnee PA-25 ini didatangkan dari Lock Haven, Pennsylvania, USA pada tahun 1958.

pesawat yang beroperasi selama 49 tahun ini dipakai untuk penyiraman pestisida pada tanaman tembakau Deli.

Agricultural Airoraft model Piper Pawnee PA-25 didatangkan dari Lock Haven, Pennsylvania, USA pada tahun 1958
Agricultural Airoraft model Piper Pawnee PA-25 didatangkan dari Lock Haven, Pennsylvania, USA pada tahun 1958 (Google Maps / Yan Manik)

-Lokomotif Merek Durco & Brauns

Lokomotif ini dibuat pada tahun 1940 dari Belanda.

Kepala Kereta Api ini memiliki kapasitas 80 PK.

Terakhir kali beroperasi pada Mei 1996 oleh PTPN IV

Lokomotif Merek Durco & Brauns
Lokomotif Merek Durco & Brauns (Google Maps / Yunita Tri)

-Montik (Kepala Kereta)

Memiliki panjang 370 sentimeter  dengan tinggi 250 cm dan lebar 140 cm.

Merupakan buatan Schoma dari Jerman dan bisa digunakan untuk mengangkut sawit hingga kapasitas 50 ton.

Angkutan ini digunakan oleh PT Socfin Indonesia untuk mengangkat buah sawit di perkebunan Aek Loba di tahun 1982-2015. (2)

Baca: Museum Karo Lingga

(TribunnewsWiki.com/Atika)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here