Nikah Siri – Tribunnewswiki.com

0
13


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Nikah siri ialah pernikahan yang tercatat atau resmi di Kantor Urusan Agama (KUA).

Namun, nikah siri tidak memiliki kekuatan hukum lebih.

Lantaran pernikahan tersebut tidak tercatat di pemerintah.

Kekuatan hukum yang lemah dalam nikah siri memberikan dampak kepada ibu dan anaknya.

Nikah siri harus dilakukan di bawah pengawasan Kepala KUA atau PPN atau Penghulu yang diangkat oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Pernikahan siri yang tidak melibatkan hukum dinyatakan sebagai sebuah pelanggaran.

FOTO: Ilustrasi Pernikahan
FOTO: Ilustrasi Pernikahan (Unsplash – Samantha Gades / @srosinger3997)

Baca: Rebo Wekasan

Hal itu berdasarkan pada Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 1946, yang menyatakan bahwa setiap pernikahan harus diawasi oleh pegawai pencatat pernikahan, dan itu diserta sanksi berupa denda dan kurungan badan.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi pasangan memilih nikah siri, seperti:

– Calon mempelai belum cukup umur atau dewasa

– Agar tidak melakukan perzinahan

– Calon pengantin masih menempuh pendidikan di bangku sekolah

– Melegalkan secara agama terlebih dahulu bagi laki-laki karena masih menunggu izin istri pertama

Ilustrasi pernikahan.
Ilustrasi pernikahan. (Pixabay)

Baca: Tasbih

Pasal 1 UU Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 berisi bahwa perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sedangkan, sahnya perkawinan tercantum dalam Pasal 2 Ayat (1) yang berbunyi:

“Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu”

Lantaran itulah, jika sebuah pernikahan dilaksanakan sesuai ketentuan agama yang dianut, maka pernikahan tersebut dinyatakan sah, meskipun pernikahan siri.

Pernikahan dalam agama Islam memiliki lima rukun perkawinan, di antaranya:

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan (pixabay.com)

Baca: Puasa Tasua dan Asyura

– Ada calon pengantin wanita

– Ada calon pengantin pria

– Melakukan ijab kabul

– Wali nikah

– Dua orang saksi

Jika semua rukun perkawinan itu dipenuhi, maka sebuah pernikahan itu dinyatakan sah menurut hukum agama. (1)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal puasa di sini



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here