Pemberontakan PKI Madiun 1948 – Tribunnewswiki.com

0
5


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Pemberontakan PKI Madiun merupakan perberontakan komunis di Kota Madiun pada 18 September 1948.

Pemberontakan ini dilakukan oleh Front Demokrasi Rakyat, yang terdiri atas Partai Komunis Indonesia, Partai Sosialis Indonesia, Partai Buruh Indonesia, Pemuda Rakyat, dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia.

Pemberontakan PKI Madiun dipimpin oleh Amir Syarifuddin.

Terjadinya peristiwa ini karena Kabinet Amir Syarifuddin pada 1948.

Dia jatuh setelah menandatangani Perjanjian Renville yang berdampak buruk terhadap Indonesia. (1)  (2) 

Baca: Perang Belasting

Amir Sjarifuddin digiring oleh aparat TNI setelah tertangkap.
Amir Sjarifuddin digiring oleh aparat TNI setelah tertangkap. 

Pemberontakan PKI Madiun ini diawali dengan jatuhnya Kabinet Amir Syarifuddin.

Hal ini disebabkan karena ia tidak mendapatkan dukungan lagi setelah kesepekatan Perjanjian Renville.

Dalam perjanjian tersebut Belanda dianggap menjadi pihak yang paling diuntungkan, sedangkan Indonesia pihak yang dirugikan.

Sejak jatuhnya Amir, Presiden Soekarno menunjuk Mohammad Hatta sebagai perdana menteri serta membentuk kabinet baru.

Namun, Amir beserta kelompok sayap kirinya, yakni komunis tidak setuju dengan pergantian kabinet tersebut.

Pada saat itu, Amir bersama kelompoknya berusaha untuk menggulingkan mereka.

Gerakan Amir ini didukung oleh Musso, seorang pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pernah belajar di Uni Soviet.

Musso pun mengadakan rapat raksasa di Yogya, dalam rapat tersebut ia melontarkan pendapatnya tentang pentingnya mengganti kabinet presidensil menjadi kabinet front persatuan.

Beberapa wilayah yang dianggap strategis di Jawa Tengah, seperti Solo, Madiun, Kediri dikuasai oleh kelompok komunis.

Pada awalnya mereka memiliki rencana untuk melakukan penculikan dan pembunuhan para tokoh di kota Surakarta dan mengadu domba kesatuan TNI setempat. (2)

Baca: Pertempuran Medan Area

Pemberontakan yang terjadi di Surakarta ini menyebabkan kerusahan dan membuat perhatian semua pihak pro-pemerintah terfokus pada pemulihan di Surakarta.

Namun para PKI/FDR secara diam-diam menuju ke arah Timur untuk menguasai kota Madiun pada 18 September 1948.

Keesokan harinya, FDR mengumumkan terbentuknya pemerintahan baru yang disebut Republik Soviet Indonesia.

Selain di Madiun, PKI/FDR juga melakukan hal yang sama di Pati, Jawa Tengah.

Pemberontakan ini pun menewaskan Gubernur Jawa Timur RM Suryo, serta beberapa tokoh lainnya. (2)

Baca: Perang Napoleon di Jawa 1811

Pada saat kericuhan Madiun, pemerintahan Indonesia mengirimkan pasukan yang dibawah pimpinan Kolonel A.H Nasution ke Madiun pada 20 September 1948.

Kolonel A.H Nasution bersama pasukannya berhasil menumpas para pemberontak.

Namun Amir dan Musso sempat melarikan diri.

Musso pun melarikan diri ke Sumoroto, tepatnya di sebelah barat Ponorogo.

Pada akhirnya jejak Musso terdeteksi dan ditembak mati.

Amir Syarifuddin dan para tokoh sayap kiri lainnya ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Amir tertangkap di daerah Grobogan, Jawa Tengah. (3) 

Baca: Tragedi Trisakti

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here