Pemecatan Pegawai KPK Dinilai Terlalu Cepat, Giri Supiyono Sebut Istilah ‘G30STWK’

0
7


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memecat para pegawainya yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) per tanggal 30 September 2021.

Pemberhentian ini mendapatkan berbagai respons, baik dari pengamat politik, maupun dari pegawai KPK nonaktif.

Satu di antaranya ialah Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi nonaktif KPK, Giri Suprapdiono.

Ia menyebut pemecatan 56 pegawai KPK tersebut sebagai G30STWK.

Hal ini dikatakan Giri Suprapdiono melalui akun Twitternya.

Baca: Sejarah G30S 1965: Kronologi Penculikan Brigjen Sutoyo Siswomihardjo, Tangan dan Tengkorak Hancur

Baca: Alasan Kenapa Kita Seharusnya Pakai Istilah ‘G30S’, Bukan ‘G30S/PKI’

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono. (Tribunnews)

“G30STWK. Hari ini kami dapat SK dari pimpinan KPK.

Mereka memecat kami! berlaku 30 september 2021,” tulis Giri Suprapdiono pada Rabu (15/9/2021).

Giri menilai keputusan KPK dalam memberikan surat keputusan terlalu dini.

Bahkan, langkah KPK ini justru mendahului Presiden Joko Widodo.

“Layaknya, mereka ingin terburu-buru mendahului Presiden sebagai kepala pemerintahan,” lanjutnya.

Baca: KPK Bantah Tawari Pegawai TMS yang Gagal Asesmen TWK untuk Kerja di BUMN

Baca: Begini Respons KPK Setelah Diserang Laser ‘Rakyat Sudah Mual’



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here