Pemerintah Disarankan Jalankan 2 Pedekatan Ini untuk Bangkitkan UMKM

0
7



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh Presiden Joko Widodo yang berbuah manis seiring dengan menurunnya angka sebaran infeksi Covid-19.

Keberhasilan penerapan PPKM darurat tersebut berdampak pada peningkatan aktifitas ekonomi warga, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sejak awal pandemi pada Maret 2020 mengalami tekanan yang luar biasa.

Ketua Umum Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM Jufri Lumintang mengatakan, jika melihat data BPS sepanjang Juli-Oktober 2020 kemarin, ada sekitar 60 juta pelaku UMKM yang mengalami dampak pandemi Covid-19.

Dari data itu, 42 persen pelaku UMKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan akibat menurunnya daya beli masyarakat selama pandemi.

“Selama penerapan PPKM darurat, sebagaimana data dan observasi kami terhadap teman-teman pelaku UMKM, kondisinya lebih memprihatinkan.

Baca juga: UMKM Bangkrut, Pinjol Ilegal Ambil Untung

Banyak yang nutup usaha karena omsetnya turun drastis antara 50-70 persen. Bayar gaji karyawan aja berat,” kata Jufri usai kegiatan deklarasi dan pelantikan Pengurus DPP Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM, Sabtu (18/9/2021).

Baca juga: Presiden Jokowi Minta 30 Juta UMKM Masuk Sistem Digital pada 2023

Untungnya dampak pengetatan PPKM berbanding lurus dengan penurunan angka Covid-19.

Dikatakannya, upaya membangkitkan performa dan intensitas aktivitas UMKM ke depan harus benar-benar mendapatkan penanganan khusus.

Baca juga: Telkom Perkenalkan mySooltan, Aplikasi untuk Permudah UMKM Go Online

Menurutnya ada 2 cara, yang pertama dari pendekatan pandemi, Jufri meminta Presiden Joko Widodo dan kementerian terkait untuk melakukan pengetatan di berbagai akses masuk internasional, baik dari bandara dan pelabuhan.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here