Peran 3 Napi yang Bantu Aksi Irjen Napoleon di Rutan Bareskrim: Hanya untuk Menakuti Muhammad Kece

0
14


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Terpidana kasus suap red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte mengajak 3 narapidana (Napi) untuk melancarkan aksinya menganiaya tersangka kasus penodaan agama, Muhammad Kece di rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Seperti diketahui, Irjen Napoleon diduga telah memukul hingga melumuri kotoran manusia oleh sesama tahanan di Rutan Bareskrim yakni Muhammad Kece.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi mengungkap salah satu identitas dari tiga orang napi yang membantu jenderal bintang dua tersebut menganiaya Muhammad Kece.

Andi menyampaikan bahwa salah satu yang membantu Napoelon melancarkan aksinya ialah mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI).

Mantan petinggi FPI tersebut berinisial M (Maman Suryadi) yang sama-sama mendekam di Rutan Bareskrim.

“Salah satunya adalah napi yang membantu dalam kasus yang melibatkan organisasi eks FPI. Iya betul, inisialnya M (Maman Suryadi)” kata Andi, Selasa (21/9/2021), dikutip TribunnewsWiki dari Tribunnews.

Penampakan Muhammad Kece sesaat setelah dihajar Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri.
Penampakan Muhammad Kece sesaat setelah dihajar Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri. (Istimewa via Tribunnews.com)

Baca: Terungkap Alasan Irjen Napoleon Bisa Masuk Sel Muhammad Kece, Ada Peran Ketua RT Rutan Bareskrim

Baca: Tak Hanya Memukul, Irjen Napoleon Bonaparte Juga Lumuri Kotoran Manusia ke Muka Muhammad Kece

Andi menjelaskan, Irjen Napoleon sengaja membawa tiga napi tersebut bertujuan untuk memperlemah kondisi atau menakut-nakuti Muhammad Kece.

“Yang 3 orang lainnya ini hanya digunakan, untuk memperkuat, kalau bisa saya katakan hanya untuk memperlemah kondisi psikologis daripada korban,” ujar Andi.

Sementara itu, Andi menyebut bahwa mantan petinggi FPI, Maman Suryadi, adalah napi yang terlibat kasus kerumunan yang berujung pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Dia menyampaiakn, dua napi lain yang juga turut membantu Napoleon tidak ada kaitan dengan FPI.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here