Perang Napoleon di Jawa 1811

0
8


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Perang Napoloeon di Jawa 1811 adalah perlawanan antara Britania dan Belanda yang terjadi di Pulau Jawa.

Pada tahun 1762-1818, Pulau Jawa diperkuat oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang bernama Herman Willem Daendels untuk menghindari perlawanan dari serangan Inggris.

Pada 1810, sebuah ekspedisi Perusahaan Hindia Timur Britania ini sangat kuat karena dibawah pimpinan gubernur jenderal India bernama Gilbert Elliot.

Gilbert Elliot berhasil merebut Pulau Bourbon dan Mauritis milik Prancis di Samudra Hindia serta Pulau Ambon dan Maluku milik Hindia Belanda.

Kemudian, rombongan pasukan tersebut menuju Jawa untuk merebut kota pelabuhan Batavia pada Agustus 1811.

Tidak hanya itu, rombongan Gilbert Elliot juga memaksa pihak Belanda menyerah di Semarang pada 17 September 1811.

Bahkan, Jawa, Palembang, Makassar, dan Timor diserahkan kepada pihak Britania. (1)

Baca: Perang Bone

Ilustrasi Perang Napoleon di Jawa 1811
Ilustrasi Perang Napoleon di Jawa 1811

Perang Jawa 1811 ini merupakan pertempuran Perang Napoleon yang terjadi di Asia.

Pertempuran yang terjadi antara Perancis, Belanda, dan pasukan Jawa melawan pasukan Inggris dan India-Inggris (Sepoy) melibatkan hampir 30.000 pasukan dan armada puluhan kapal perang.

Pertempuran itu berakhir di Jatingaleh, Semarang pada bulan September 1811.

Sebelumnya, Jenderal Janssens menyerah di Tuntang dekat stasiun kereta api.

Napoleon berpesan kepada para perwiranya, yaitu Herman Willem Daendels dan Jan Willem Jansses untuk mempertahankan Jawa.

Tak hanya itu, Napoleon juga memerintahkan Menteri Laut dan Jajahan Denis Decres untuk mengirimkan 10.000 pasukan Perancis untuk mempertahankan Jawa.

Selain mempertahankan Jawa, sisanya koloni lainnya di Samudera Hindia, Mauritius, dan Reunion.

Dalam keadaan terisolasi, armada Perancis di Ile de France dan Ile de Bourbon atau Mauritius berhasil mengalahkan armada Inggris yang berangkat dari Madras pada tahun 1809. (2) 

Baca: Pertempuran Medan Area

Pada tahun 1781-1826, Thomas Stamford Raffles sebagai wakil gubernur Jawa mengakhiri metode pemerintahan Belanda.

Selain itu, ia juga membebaskan sistem kepemilikan tanah dan memperluas perdagangan.

Pada Kongres Wina 1815, diputuskan bahwa Britania harus mengembalikan Jawa dan kekuasaan Hindia Belanda lainnya kepada Belanda sebagai bagian dari persetujuan yang mengakhiri Perang Napoleon.

Salah satunya adalah Melaka yang dikembalikan kepada Belanda pada 1818.

Namun pada perjanjian London (Traktat London), Belanda terpaksa untuk mengembalikan kembali kepada Britania pada 1824.

Semasa itu, diputuskan bahwa Belanda harus menyerahkan semua wilayah di Semenanjung Melayu pada Britania.

Sedangkan, Britania juga harus menyerahkan semua wilayahnya di Sumatra pada Belanda. (1)

Baca: Pertempuran Padang Area

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here