Perempuan Rentan Kekerasan Selama Pandemi, Annisa Yudhoyono: Perempuan Harus Punya Daya Saing

0
13



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pandemi Covid-19 membawa dampak tersendiri bagi perempuan.

“Pada masa pandemi ini, beban perempuan sebagai manajer rumah tangga menjadi berlipat ganda karena seluruh anggota keluarga ada di rumah dan melakukan kegiatan serempak,” kata Annisa Pohan Yudhoyono, Ketua Umum Srikandi Demokrat,  saat membuka Webinar Nasional Srikandi Demokrat di Jakarta, Sabtu (25/9/2021).

Menurut dia beban ganda yang diemban perempian ini berpotensi memicu ketidakharmonisan rumah tangga dan membuat perempuan makin rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Mengutip UN Women survey, Annisa mengungkapkan 82 persen wanita di seluruh dunia mengalami penurunan pendapatan yang signifikan serta kehilangan pekerjaan.

“Karena itu perempuan harus memiliki daya saing baik secara individual maupun komunal,” ujar Annisa.

“Daya saing adalah bagaimana meningkatkan nilai diri kita, mengembangkan keunggulan diri dalam usaha apapun yang kita lakukan,” katanya menambahkan.

Baca juga: Dukcapil: Jumlah Penduduk Lelaki Sebanyak 137 Juta, Perempuan 134 juta

Dengan topik ‘Perempuan Tangguh di Masa Pandemi: Meningkatkan Daya Saing dan Daya Tahan Perempuan’, webinar ini diikuti dua ribu peserta dari berbagai tempat di Indonesia.

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengungkapkan selama masa pandemi, perempuan dibayang-bayangi resiko kesehatan yang lebih tinggi, baik mental maupun fisik.

Tapi Andy optimis.

“Perempuan itu selalu mampu ya, keluar dari situasi-situasi yang paling pelik. Kita lihat pada masa-masa konflik dan kerusuhan. Perempuan itu seperti legenda burung Phoenix, selalu bisa hidup dari wreckage, bangkit dari abu kerusakan,” papar Andy.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here